Polres Sukabumi Kota Menangkap Wanita Penyuplai Narkoba ke Lapas

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyampaikan hasil pengungkapan 7 kasus narkoba dengan 9 tersangka.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Kesigapan jajaran Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota sukses membekuk 9 pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Para penjahat itu terlibat dalam 7 kasus narkoba yang berbeda. Satu di antaranya merupakan kasus menonjol yaitu pengiriman narkotika jenis sabu ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kasus pengiriman sabu ke dalam lapas melibatkan seorang wanita berinisial LR (39) asal Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Dia mengirimkan sabu seberat 2,5 gram yang disembunyikan di dalam sayur kepada suaminya FR dan rekan suaminya WK yang berstatus sebagai warga binaan Lapas Nyomplong Kota Sukabumi.

Penjelasan seputar kasus narkoba di lapas dan 6 kasus narkoba lainnya disampaikan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni pada konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (18/1/2021).

“Dari 9 orang pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba, satu orang di antaranya wanita yang bekerja sama dengan 2 warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Nyomplong,” kata Kapolres. 

Pada kasus pengiriman nasrkoba ke dalam lapas, polisi menetapkan tiga tersangka yang terdiri dari LR, FR, dan WK.

Selanjutnya kasus kedua, SK ditangkap polisi dengan barang bukti berupa sabu seberat 1 gram. SK ditangkap polisi ketika akan membeli sabu. Dari tangan SK, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya yaitu telepon genggam, dompet, dan timbangan digital.

Satu tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya adalah RP yang ditangkap polisi ketika akan membeli sabu. Dari penggemar narkoba ini, polisi mengamankan sabu seberat 0,21 gram, telepon genggam, dan satu unit sepeda motor. 

Berat keseluruhan sabu dari tiga kasus berbeda adalah sebanyak 2,5 + 1 + 0,21 atau 3,71 gram.

Terakhir empat tersangka pembeli dan pengedar obat jenis psikotropika dan obat berbahaya untuk empat kasus berbeda yaitu masing-masing S, AJ, AF, dan FJ. Dari tangan empat tersangka itu, polisi mengamankan obat psikotropika jenis Aloarzolam 49, Calmet 20, dan Riklona sebanyak 40 butir serta obat berbahaya Hexymer sebanyak 1.767 butir dan Tramadol sebanyak 319 butir.

“Para tersangka dijerat UU tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, UU Kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun,  dan Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman 5 tahun penjara,” jelas AKBP Sumarni. (*)