Dishub Kota Sukabumi akan Pasang 30 Titik PJU Baru

oleh -
Mobil operasional Dishub Kota Sukabumi yang selalu siaga untuk pemasangan titik PJU baru dan pemeliharaan PJU lama.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi melalui Bidang Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan pada tahun ini akan menambah 30 titik baru PJU (Penerangan Jalan Umum), diantaranya untuk PJU lingkungan dan gang, dengan sumber APBD Kota Sukabumi.

Sebelumnya pada 2020 melalui Bantuan Keuangan telah terpasang 500 titik PJU yang tersebar di Kota Sukabumi, termasuk jalur lingkar selatan arah Selakaso.

“Tahun ini kita hanya menambah 30 titik pemasangan PJU berdasarkan hasil Musrenbang (Musyawarah rencana pembangunan) untuk PJU gang dan PJU lingkungan,”kata Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan,  Ade Darmawan di dampingi Kasie PJU, Hikmat Azhari ketika ditemui wartawan di kantornya, Jumat (15/1/2021).

Melalui sumber dana APBD Kota Sukabumi 2021, bidang tersebut akan mengalokasikan anggaran sebagian untuk pemeliharaan dan Pemasaran titik baru PJU. Karena adanya pengaduan laporan tentang kerusakan PJU pada tahun 2020, dimana ada beberapa titik yang belum tertangani, kata Ade bidangnya akan fokus pada pemeliharaan.

“Berdasarkan anggaran yang kami terima, memang sebagian untuk pemasangan titik baru PJU berdasarkan pengajuan masyarakat dan sebagian yang menjadi fokus kami untuk pemeliharaan,”katanya.

Iwan juga menyampaikan data laporan pengaduan kerusakan PJU selama 2020, dimana bidangnya menerima laporan sebanyak 337, yang diterima melalui aplikasi sebanyak 87, media sosial ada 61, dan pengaduan langsung ke Dinas ada 189 pengaduan.

Dari pengaduan tersebut, Dishub baru menangani 299 sisanya 38 belum tertangani. Lebih lanjut Ade mengatakan berdasarkan evaluasi kerusakan PJU penyebabnya dikarenakan berbagai faktor salah satunya cuaca dan jaringan.

“Beberapa titik kerusakan PJU yang belum tertangani  tahun lalu akan kami fokuskan kembali penanganannya. Kami selain terkendala anggaran, sarana pendukung juga salah satunya seperti kendaraan skylife usianya sudah tua,”ungkapnya. (*)

Ade Darmawan (kiri) dan Hikmat Azhari.