Dipicu Percikan Api ke Bensin, Kebakaran Menghabiskan Rumah di Curugkembar

oleh -
Rumah Jamaludin rata dengan tanah setelah dilalap api yang dipicu percikan dari bensin.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Satu unit rumah panggung di Kampung Pasirtengah  RT 03 RW 03 Desa  Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi hangus dibakar api, Kamis (14/1/2021) pagi buta kira-kita pukul 04.30 WIB. Pada musibah itu, dua penghuni rumah mengalami luka bakar pada tangan dan kakinya.

Rumah yang terbakar milik Jamaludin (28) dan istrinya Siti Munawaroh (33). Setelah kebakaran, rumah mereka habis dimakan api dan rata dengan tanah. Untunglah, balita bernama Muhamad Rizki Raditia selamat dari amukan api dan tidak mengalami luka. Sehari-hari Jamaludin berjualan bensin secara eceran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian, kebakaran itu diawali ketika Jamaluddin (28) sedang memindahkan bensin dari kompan ke dalam ember. BBM tersebut seterusnya akan dimasukkan ke dalam botol untuk dijual secara eceran per botol.

Tempat Jamaludin beraktivitas itu berdekatan dengan dapur. Sementara di dapur tersebut masih ada sisa arang pada tungku yang masih menyala setelah digunakan untuk memasak air.

Tanpa disadari, api dari arah dapur tiba-tiba menyambar bensin. Dalam sekejap api sudah menyala di sekitar bensin lalu menyambar benda-benda di dekatnya. Setelah itu api memenuhi dapur.

Spontan Jamaludin berteriak untuk minta tolong. Dia dan istrinya Siti berusaha memadamkan api sambil berteriak-teriak. Teriakan mereka terdengar oleh tetangganya Adang.  

Selanjutnya Jamaludin dan Adang sibuk memadamkan api, sedangkan Siti bergegas menyelamatkan anaknya, Rizki.

Namun upaya mereka dalam memadamkan api tidak berhasil. Nyala api dengan lahap melalap rumah Jamaludin yang terbuat dari kayu dan bambu. Tidak sampai satu jam rumah tersebut habis dimakan api, lalu rubuh dan rata dengan tanah.

“Korban Jamaluddin dan istrinya Siti Munawaroh mengalami luka  pada bagian tangan dan kakinya. Api cepat sekali membakar rumah dan isinya,” kata Tagana Kecamatan Curugkembar, Asep Dadang Kamis siang.

Nilai kerugian materi yang dialami Jamaludin sekitar Rp60 juta. Dia kehilangan semua harta benda yang tersimpan di dalam rumahnya. Kekayaan yang tersisa hanya pakaian yang menempel di badan. Jamaludin dan keluarga tinggal sementara di rumah saudaranya. (*)