Monitoring AKB, Forkopimda Datangi Hotel dan Restoran

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni berdialog dengan petugas front office di salah satu hotel dalam rangka monitoring pelaksanaan aturan AKB dan prokes.

Wartawan Iyus Firdaus PWI  

Editor Wawan AS

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi menggelar monitoring pelaksanaan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ke sejumlah hotel dan restoran. Pada kegiatan itu unsur Forkopimda bertanya jawab dengan petugas hotel dan restoran terkait ketaatan terhadap aturan AKB.

Dalam rombongan monitoring itu terdapat Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, Kapolres Sukabumi AKBP Sumarni, Sekda Kota Sukabumi H. Dida Sembada, dan perwakilan Kodim 0607 Kota Sukabumi.

Tim mendatangi beberapa hotel dan restoran untuk melihat dari jarak dekat pelaksanaan prokes. Kepada petugas restoran, wali kota menyampaikan berbagai ketentuan tentang pembatasan jam operasional untuk tempat usaha kuliner. 

“Kami melakukan monitoring bersama Forkompinda dan memberikan sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait pengetatan-pengetatan di masa AKB sekarang ini,” kata Fahmi ketika ditemui di tengah kesibukan monitoring, Kamis (14/1/2021).

Walaupun Kota Sukabumi tidak menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ujar dia, penerapan prokes tetap diberlakukan dengan ketat. Pelaku usaha harus mentaati aturan dan ketentuan AKB sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.

“Di masa AKB berlaku ketentuan pembatasan jam operasional toko dan mall dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Pelaku usaha juga harus melakukan pembatasan pengunjung yakni 50 persen dari kapasitas tempat usaha,” terangnya.

Untuk supermarket dan minimarket yang menjual bahan pokok dan makanan boleh beroperasi dari pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB.  Pengelola hotel harus menanyakan surat keterangan rapid test atau swab test yang menyatakan bebas dari Virus Corona kepada tamu yang datang dari luar daerah.

Pemkot Sukabumi akan terus melakukan sosialisasi dan operasi yustisi dalam rangka penegakan kedisiplinan masyarakat terhadap prokes, lanjutnya, dan akan terus memantau berbagai tempat usaha. (*)