Awal 2021 Omset Penjualan Ikan Basah Menurun

oleh -
Penjual ikan basah belum dapat meraih omset penjualan yang meledak sejak hari pertama 2021.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Sejak awal Januari 2021 pedagang ikan basah di beberapa pasar tradisional Kota Sukabumi mengalami penurunan omset penjualan, walau stok ikan aman namun peminat ikan basah agak berkurang. Di sisi lain ada faktor kenaikan, beberapa harga ikan basah yang mungkin ikut berpengaruh terhadap omset penjualan.

“Memang ada beberapa jenis ikan basah yang harganya naik, seperti cumi basah di akhir tahun 2020 dijual Rp80 ribu/kilogram, sejak awal 2021 naik menjadi Rp95 ribu/kilogram,”kata Ujang salah seorang pedagang Ikan basah di Pasar area pembangunan Pasar Pelita, kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Bukan hanya ikan cumi yang mengalami kenaikan harga, salah satu ikan yang di minati konsumen, ikan bawal juga mengalami kenaikan harga dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu/kilogram.

Sedangkan harga udang yang juga diburu oleh para ibu rumah tangga, masih kata Ujang, tidak mengalami kenaikan, harga masih stabil.

“Harga udang masih stabil Rp80-85 ribu/kilogram tergantung ukurannya. Ikan kembung juga masih stabil saya menjual Rp40-45 ribu/kilogram,”ujarnya.

Harga ikan yang masih stabil lainnya, seperti ikan Gurame dijual Ujang Rp45 ribu/kilogram dan ikan Tuna Rp32 ribu/kilogram. Ujang juga berharap tidak ada kenaikan harga ikan kedepannya agar kondisi omset penjualannya bisa kembali normal tidak mengalami penurunan.

“Semoga saja harga ikan basah tetap stabil dan konsumen kembali belanja tanpa ada kendala kenaikan, maklum masih kondisi pandemi Covid-19, susah uang,”ungkapnya. (*)