Pengrajin Meubel ‘Milia Sofa’ Bertahan di Tengah Kondisi Pandemi Covid-19

oleh -
Kesibukan para karyawan di tempat produksi milik Meubel Milia Sofa di Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Salah satu produk Meubel Milia Sofa yang dipajang di ruang showroom.  

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Dampak ekonomi terhadap kondisi pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap berbagai sektor usaha, salah satunya pengrajin Meubel ‘Milia Sofa’ mengalami penurunan omset penjualan. Bahkan Usep Abdullah (48) pemilik Milia Sofa harus mengurangi jumlah karyawan yang bekerja padanya.

“Usaha di tengah kondisi pandemi  Covid-19 masih bisa bertahan, sudah Alhamdulillah. Omset penjualan menurun hingga 40-50 persen,”kata Usep ketika ditemui wartawan, di tokonya, Jalan Koleberes, Kelurahan Dayeuh luhur Kecamatan Warudoyong, Kamis (3/11/2020).

Menurunnya permintaan pembuatan meubel, terpaksa Usep harus mengurangi jumlah karyawan yang bekerja. Usep yang selama ini mengandalkan limbah kayu di wilayah pabrik kayu sekitar untuk membuat meubel, kini harus mencari bahan kayu di daerah Jampang.

“Walau harus mencari bahan baku ke daerah Jampang, untuk harga meubel tetap standar. Yang paling penting tidak rugi, bisa jual meubel sudah bersyukur,”ujarnya.

Untuk bisa bertahan dalam usahanya, Usep menjual hasil usahanya bisa terjangkau untuk semua kalangan. Dia menjual sofa mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp6 juta, untuk pesanan meubel pun di sesuaikan dengan bajet konsumen.

Sofa yang paling diminati konsumennya model retro modern. Usep sendiri tidak melakukan pemasaran semua produknya, konsumen yang datang dari laporan kepuasan konsumen sebelumnya.

“Model tersebut paling banyak di minati konsumen perumahan tipe 30, karena sesuai dengan ukuran ruang tamu. Produk Milia Sofa sudah terkirim ke Bogor, Cianjur hingga Jakarta,”tandasnya. (*)