Taati Aturan, Pembagian BLT DD di Desa Pangkalan Kabupaten Sukabumi Terapkan 3M

oleh -
Penyaluran BLT DD tahap VI di Desa Pangkalan dilaksanakan di bawah aturan protokol kesehatan.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap VI di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat berjalan lancar dan tertib. Pada pembagian bantuan tersebut, Pemdes Pangkalan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menhaga jarak, dan mencuci tangan dengan cairan handsanitizer atau sabun.

Pembagian BLT DD tersebut dilaksanakan di aula Balai Desa Pangkalan, Kamis (3/12/2020). Semua hadirin, baik perangkat desa yang membagikan bantuan, tim monitoring, maupun penerima bantuan semuanya memakai makser. Mereka juga menjaga jarak selama berada di dalam ruangan aula balai desa.

Para penerima bantuan mengantre dengan tertib sambil menunggu namanya dipanggil oleh panitia. Tidak tampak perubahan tempat duduk atau posisi sehingga kedudukan para penerima bantuan tetap pada jarak yang aman dari ancaman penyebaran Virus Corona dari manusia ke manusia.

BLT DD tahap VI di Desa Pangkalan diberikan kepada 150 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tempat tinggalnya menyebar di berbagai kedusunan dan kampung. Tiap-tiap KPM menerima dana tunai sebesar Rp300 ribu.

Para penerima bantuan merupakan warga yang terdampak secara langsung oleh wabah Covid-19 dan tidak menerima bantuan sosial dari sumber lainnya seperti pemerintah pusat, provinsi, dan pemda.

Kegiatan penyaluran BLT DD tersebut mendapat monitoring dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan. Kedua aparat dari TNI dan Polri ini memastikan, penyaluran BLT DD dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Kepala Desa Pangkalan, Usep Saepulrohman berharap kepada warga penerima bantuan dapat memanfaatkan dana BLT DD dengan sebaik-baiknya. Kades Usep mengimbau KPM agar membelanjakan uang yang diterimanya untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar mendesak seperti membeli beras.

“Mudah-mudahan penerima bantuan dapat menggunakan dana yang diterimanya dengan bijaksana. Mereka tidak membelanjakannya untuk membeli barang yang tidak penting dan mendesak,” kata Usep. (*)