Gerakan Ketahanan Pangan Strategis untuk Hadapi Covid-19

oleh -
Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad meresmikan gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan ketahanan pangan keluarga dalam rangka menyediakan aneka jenis bahan pangan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Gerakan ketahanan pangan sangat strategis untuk melawan Virus Corona yang menjangkitkan Covid-19 di dalam tubuh manusia. Karena pada dasarnya gerakan ini dapat menghasilkan aneka jenis bahan pangan bergizi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Dengan imunitas yang kokoh, tubuh manusia bisa melawan berbagai jenis penyakit, termasuk Covid-19.

Hal itu dikatakan Pjs. Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhamad pada pencanangan gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dan gerakan ketahanan pangan keluarga di Kampung Cisalada RT 06 RW 02 Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (2/12/2020).

“Di masa pandemi Covid-19, orang-orang kreatiflah yang mampu bertahan. Maka dari itu, semua orang harus bangkit. Salah satu yang dapat kita upayakan di tengah wabah ini adalah melaksanakan gerakan ketahanan pangan keluarga,” kata Gani.

Tidak bisa disangkal, ujar dia, dalam menjaga dan meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh, manusia memerlukan makanan bergizi. Masyarakat bisa mendapatkan pangan bergizi yang beraneka ragam melalui gerakan ketahanan pangan keluarga. 

Pada kegiatan itu tampak hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi Adi Purnomo, Muspika Nyalindung, para kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, semua hadirin menerapkan gerakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah acara yang merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Tidak bosan-bosannya pada kesempatan itu, Gani mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal itu mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

“Selain mengimbau pelaksanaan gerakan 3M, kami juga selalu menekankan pentingnya 3I yaitu iman, ilmu, dan imun dalam menghadapi wabah Covid-19,” ujar Gani.

Untuk mensukseskan gerakan ketahanan pangan, Pjs. Bupati Sukabumi mengajak warga yang memiliki lahan kosong untuk menanaminya dengan aneka jenis tanaman pangan. Desa Cisitu yang memiliki tanah yang subur dapat menjadi bagian dalam gerakan ketahanan pangan keluarga. 

“Ajaklah  dan berilah motivasi warga agar mereka bersemangat dalam mengelola lahan sehingga menjadi sumber pangan,” tutur Gani.

Di tempat yang sama Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo mengatakan, makanan beragam bisa meningkatkan imunitas. Upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh, ujar Adi, bisa terjawab lewat ketahanan pangan keluarga.

“Skor pola pangan harapan di Kabupaten Sukabumi berada di angka 82 berdasarkan data dari BPS. Skor ini boleh dikatakan cukup yang menggambarkan susunan beragam makanan yang dikonsumsi dan status gizi,” jelasnya.

Di penghujung acara, Pjs. Bupati Sukabumi memberikan bibit lele dan bibit sayuran kepada 30 kepala keluarga (KK). Selain itu Gani menyerahkan piala, piagam, dan hadiah kepada kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terbaik. Selanjutnya, Pjs Bupati Sukabumi dan rombongan meninjau rumah bibit. (*)