Pemkot Sukabumi Terima Dana Bantuan untuk Renovasi 1.339 Unit Rutilahu

oleh -
Kegiatan pembangunan rumah tidak layak huni milik warga Kota Sukabumi dengan dana dari pemerintah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Sebanyak 1339 unit Rutilahu (Rumah tidak layak huni) akan mendapatkan kucuran dana melalui 3 program yang diajukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPUPRPKPP). Ketiga Program diantaranya BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) melalui Kementerian PU sebanyak 990 unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rutilahu sebanyak 129 unit dan APBD Provinsi Jawa Barat sebanyak 220 unit.

“Alhamdulillah tahun ini melalui 3 program tersebut, ribuan unit Rutilahu bisa di renovasi menjadi rumah layak huni,”kata Kepala DPUPRPKPP Kota Sukabumi, Asep Irawan, ketika dihubungi wartawan via telepon seluler, Rabu (2/11/2020).

Kucuran dana rutilahu dari BSPS dan DAK Rutilahu, senilai Rp23 Miliar, dimana pekerjaan dilapangan sudah hampir penyelesaian, berbeda dengan kucuran melalui APBD Provinsi Jabar, yang agak terganggu oleh anggaran refocusing Covid-19, baru dalam tahap pencairan.

“Untuk anggaran yang bersumber dari BPSP dan DAK Rutilahu sudah cair sebelumnya dan pekerjaan hampir selesai di lapangan, berbeda dana dari APBD Provinsi baru tahap pencairan, tapi semua pekerjaan di targetkan selesai akhir tahun ini,”ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data base rutilahu pada awal 2016, terdata ada 4156 unit. Pada 2020 sudah terealisasi sebanyak 3104 rutilahu atau kurang lebih 75 persen yang sudah ditindak lanjuti, sisanya sekitar 25 persen lagi. “Data base 4156 rutilahu sudah di SK Wali Kota, secara bertahap ditindaklanjuti melalui beberapa program,”terang Asep.

Nilai bantuan rutilahu dari 3 program tersebut, penerima menerima Rp17,5 juta. Bantuan dari Pemerintah Pusat masuk melalui salah satu bank dalam bentuk uang, namun penerima tidak menerima uang, dimana pembelanjaan langsung ke material.

Asep juga mengatakan bantuan Rp17,5 juta tidak semua untuk belanja material akan tetapi sebagian untuk upah kerja.

“Di lapangan luar biasa peran masyarakat membantu warga sekitar, terbukti ada rutilahu direnovasi dengan biaya hampir Rp30-40 juta lebih,”tandasnya. (*)