Pembangunan Ibu Kota Baru di Cibeureum Diajukan Kembali Tahun Depan

oleh -
Plt. Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pembangunan ibu kota baru atau pusat pemerintahan Kota Sukabumi di Kecamatan Cibeureum diajukan kembali anggarannya tahun depan agar dapat dilanjutkan. Tahun ini, proyek raksasa tersebut tidak dapat dilaksanakan karena terhambat oleh kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Padahal lelang proyek telah dilaksanakan.

Berdasarkan perencanaan, tahun depan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi sudah membuat Detail Engineering Design (DED). Dengan demikian, tahun depan pembangunan fisik sudah dapat dimulai.

“Jadi kelanjutan pembangunan pusat pemerintahan tersebut sudah diajukan kembali untuk penganggaran tahun 2021,” kata Plt. Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Proyek sudah dilelangkan, lanjut Reni. Namun pelaksanaannya tertunda karena keburu datang serangan Virus Corona yang memicu wabah Covid-19. Dia mengharapkan tidak ada lagi perubahan kebjakan keuangan dari pusat yang dapat mengakibatkan tertundanya pembangunan pusat pemerintahan di Cibeureum.

Saat ini secara teknis, pembangunan pusat pemerintahan tinggal dilaksanakan. Tahun 2021, semua unsur perencanaan seperti master plan, DED, dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) telah disiapkan.  

“Kegiatan pembangunan fisik akan dilaksanakan pada lahan-lahan yang sudah dibebaskan, salah satunya Gedung DPRD yang lahannya telah siap,” ujar Reni.  

Perkiraan sementara, besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun seluruh kawasan pusat pemerintahan itu mencapai Rp600 miliar. Pemkot Sukabumi masih terus berupaya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.   

“Kalau bantuan tersebut tidak jadi disalurkan oleh pusat, kami akan mengambil langkah lain. Salah satunya membangun gedung kantor perangkat daerah secara bertahap, satu per satu sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata dia. (*)