Di Tengah Pandemi, Omset Penjualan Ikan Asin Menurun

oleh -
Pedagang ikan asin mengalami lesu penjualan di tengah wabah Covid-19 yang belum juga mereda.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Pedagang ikan asin di beberapa pasar tradisional di Kota Sukabumi mengalami omset penjualan sejak dua bulan terakhir, hal itu di karenakan ada kenaikan beberapa harga ikan asin yang di jual kepada konsumen. Omset penjualan mereka turun hingga 40 persen.

“Penurunan penjualan di tengah Pandemi Covid-19, karena ada kenaikan harga ikan asin yang membuat konsumen tidak jadi beli, bahkan hanya membeli secukupnya,”kata Jajat salah seorang pedagang Ikan Asin di Pasar Stasiun Timur Sukabumi kepada wartawan, Ahad (22/11/2020).

Kenaikan beberapa jenis ikan asin, di jelaskan Jajat, karena stok pengiriman ikan asin menurun, menurut pemasok, para nelayan kesulitan mendapatkan ikan untuk di olah menjadi ikan asin. “Jadi pengiriman ikan asin agak tersendat dan susah dari pemasok, harga naik karena pasokan berkurang,”ujarnya.

Harga ikan yang mengalami kenaikan harga diantaranya, jenis ikan teri jengki, sebelumnya di jual Jajat Rp60 ribu kini Rp80 ribu, jenis ikan asin tersebut masih kata Jajat ikan asin yang paling diburu masyarakat menjadi menu favorit untuk santapan makan setiap harinya.

“Selain teri jengki ikan cumi sotong juga laku di pasaran saya jual Rp100 ribu semua dalam hitungan Kilogram,”jelasnya.

Untuk ikan asin sepat dijual Rp60 ribu, ikan asin peda Rp40 ribu dan Rp50 ribu. Sedangkan ikan asin selar yang biasa digunakan juga saat makan nasi liwet bersama di jual Rp60 ribu/kilogram.

Kenaikan harga ikan asin di keluhkan oleh salah seorang ibu rumah tangga, Rukmini (38) warga Kecamatan Baros. Kepada wartawan Rukmini mengeluhkan kenaikan ikan asin tersebut yang sudah menjadi kebutuhan keluarganya untuk santapan makan setiap hari.

“Kalau tidak ada menu ikan asin, keluarga saya agak kurang nafsu. Naiknya harga ikan asin kesukaan keluarga yakni teri jengki dan cumi sotong, jadi nambah pengeluaran,”kata Rukmini. (*)