Dinkes Diduga ‘Lalai’ Tangani Limbah Puskesmas

oleh -
Seharusnya bekas tempat jarum suntik ini tidak disimpan di sembarang tempat, tapi mesti di tempat khusus yang dilengkapi fasilitas pengelolaan LB3.
Dus bekas tempat obat tercecer di sembarang tempat dan bercampur dengan sampah lainnya.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi diduga lalai dalam menangani Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) pada beberapa puskesmas. Di beberapa fasilitas kesehatan tersebut, LB3 seperti jarum suntik dan dus obat tercecer dalam keadaan semrawut, salah satunya di Puskesmas Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Hasil investigasi di lapangan, pelitasukabumi.com menemukan LB3 di Puskesmas Caringin tidak dikelola dengan baik dan benar. Tempat penyimpangan LB3 tersebut terkesan sembarangan tanpa pengawasan dari petugas berwenang. Lokasi tempat penyimpanan itu dapat dijangkau dan dilewati oleh sembarang orang.

Berdasarkan penelusuran di internet, ketentuan pengelolaan LB3 diatur di dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP No 18 Tahun 1999 Juncto PP No 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

Seharusnya LB3 di Puskesmas disimpan di  tempat penampungan khusus yang memenuhi syarat dan ketentuan sebagaimana diatur oleh UU dan PP tersebut. Kondisi LB3 yang berceceran dan terkesan jorok jelas-jelas tidak sesuai dengan aturan-aturan itu.  

Kepala Puskesmas Caringin, Ade Leo mengakui pihaknya memang bersalah lantaran tidak mengelola LB3 sesuai aturan. Dia gentle, sebagai kepala puskesmas, Ade menyatakan akan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Terlkait adanya pelanggaran dalam penampungan dan pengelolaan LB3, dirinya siap menghadapi sanksi. 

“Sebagai pemimpin saya siap mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang terjadi di lingkungan tempat saya bekerja,” ujar Ade ketika diwawancara melalui telepon seluler, Jumat (20/11/2020).

Untuk urusan izin pengelolaan LB3, beberapa kepala puskesmas mengatakan, mereka masih melengkapi berkas persyaratan untuk izin pengelolaan LB3. Berkas itu akan diserahkan kepada Dinkes. Namun ada juga puskesmas yang telah menyerahkan berkas dimaksud kepada Dinkes.  

Nantinya setelah berkas dari puskemas lengkap, Dinkes akan menguruskan izin pengelolaan LB3 ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Sampai sekarang banyak puskesmas termasuk Puskesmas Caringin yang belum memiliki izin pengelolaan LB3. Apakah kelalaian atau pembiaran oleh Dinkes Kabupaten Sukabumi? Permasalahannya belum jelas.

Sementara dihubungi terpisah, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Sukabumi, Dece menjelaskan, ranah pengawasan pengelolaan LB3 itu ada pada kepala Dinkes. Sementara untuk pengurusan izin LB3, Dece menegaskan, pihak Dinkes tidak punya kapasitas, itu semua dikembalikan ke puskesmas.

Pernyataan itu bertentangan dengan penjelasan beberapa kepala puskesmas yang mengatakan mereka telah menyerahkan berkas ke Dinkes. Penyerahan berkas ini erat kaitannya dengan proses pengurusan izin pengelolaan LB3 ke DLH.  

Namun Dace tidak bersedia untuk memberikan penjelasan lebih jauh karena kewenangannya ada di kepala dinas. 

“Saya khawatir disalahkan, silahkan langsung ke kepala dinas karena semua kebijakan ada di tangan beliau,” ujar Dece. (*)