Sepi Peminat, Harga Cabai dan Bawang Merah Turun

oleh -
Beberapa jenis sayuran seperti bawang merah tidak mengalami gejolak harga karena stok di pasar terbilang cukup.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Komoditas cabai-cabaian dan bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi mengalami penurunan harga. Para pedagang sayur-sayuran menjelaskan, beberapa hari ke belakang, pengunjung pasar kurang berminat pada ketiga jenis tanaman hortikulrita tersebut. Sehingga persediaannya cukup banyak.

Harga cabai keriting merah turun dari Rp38 ribu menjadi Rp36 ribu, cabai rawit merah yang semula Rp36 ribu menjadi Rp32 ribu, dan bawang merah turun tipis dari sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp34 ribu perkilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas, Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, Heri Sihombing menjelaskan, penurunan harga tiga jenis sayur-sayuran itu telah terpantau sejak tiga hari ke belakang.

“Penyebab turunnya harga sayur-sayuran itu secara normatif  dipicu oleh berkurangnya permintaan, sementara pasokannya relatif stabil,” kata Heri kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Berdasarkan monitoring jajarannya, para pedagang sayur-sayuran mengeluh karena kelebihan stok cabai keriting merah, cabai rawit merah, dan bawang merah. Mereka tidak paham penyebab menurunnya minat masyarakat pada tiga komoditas pertanian tersebut.  

Sementara untuk bapokting (bahan pokok penting) lainnya dalam keadaan stabil untuk harga maupun persediaannya.  Beras ciherang asal Cianjur dijual eceran dengan harga Rp11.500/kilogram, beras ciherang asal Sukabumi seharga Rp9.400/kilogram, telur ayam negeri Rp24 ribu/kilogram, minyak curah Rp14 ribu/kilogram, dan bawang putih Rp24 ribu/kilogram.

“Semua bapokting dalam posisi aman, baik di pasar modern maupun pasar tradisional,” ujar Heri. (*)