Massa ARASY Jadikan Foto Macron Sebagai Alas Kaki

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (kanan) dan Pjs. Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhamad (kiri) memegang pernyataan ARASY yang berisi imbauan boikot produk Prancis. Pernyataan sikap diserahkan oleh Sekjen BJI Presda Sukabumi Raya, Agus Rahayu Sushafa (kdua dari kanan).
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (kanan) dan Pjs. Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhamad (kiri) bersama orator dari MUI Kota Sukabumi, KHM. Fajar Laksana pada Aksi Bela Rasul oleh massa ARASY.  

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Kekecewaan massa ARASY (Aliansi Rakyat dan Aktivis Sukabumi Raya) pada Presiden Prancis, Emmanuel Macron ditumpahkan pada aksi besar-besaran di depan Masjid Agung Kota Sukabumi, Senin (9/11/2020). Selain membakar foto Macron, peserta aksi juga menjadikan foto presiden negara pusat mode itu sebagai alas kaki peserta aksi dan orator.  

Di tengah lautan massa ARASY tampak hadir Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad. Kedua kepala daerah ini menerima pernyataan sikap ARASY dari Sekjen BJI Presda Sukabumi Raya, Agus Rahayu Susafha, S.Pd.I.

Berita terkait: Peserta Aksi Boikot Produk Prancis Mulai Berdatangan ke Alun-alun

Nabi Dihina, Massa ARASY Melaknat Presiden Macron

Aksi mendapat pengawalan ketat dari Polres Sukabumi Kota, TNI, dan Satpol PP Kota Sukabumi. Para orator pada aksi itu tidak henti-hentinya melontarkan ajakan untuk memboikot produk Prancis. Sebelum menyampaikan orasi, kaki mereka harus menginjak foto Macron yang telah memicu kemarahan umat Islam di seantero dunia.

Para peserta aksi juga menanandai tempat mereka berdiri dengan foto Macron. Massa mengungkapkan kemarahan paling dalam dengan menempatkan gambar Macron lebih rendah dari keset.

Pembakaran poster bergambar Presiden Prancis, Emmanuel Macron oleh massa ARASY.

Rencananya aksi akan dilanjutkan Selasa (10/11/2020) dalam bentuk penyebaran seruan MUI dan ARASY terkait boikot produk Prancis kepada pemilik/kepala toko swalayan , supermarket, dan minimarket di Sukabumi Raya.  

Setelah mengikuti aksi, Ketua II MUI Kota Sukabumi, KHM. Fajar Laksana menjelaskan, MUI mengimbau umat muslim tidak lagi membeli produk-produk buatan Prancis. Fajar juga mengajukan permintaan kepada para pemilik atau pengelola toko swalayan, supermarket, dan minimarket agar memberi tanda pada produk buatan Prancis untuk diketahui para pencinta Rasulullah SAW. 

“Kami tidak akan melakukan sweeping kepada supermarket dan minimarket, tapi hanya mengimbau mereka agar memberikan tanda pada produk Prancis. Bisa juga mereka memisahkan produk asal Prancis dengan produk dari negara lain,” kata Fajar.

Pemisahan produk tersebut penting, ujar dia, karena sebagian konsumen khususnya umat muslim belum mengetahui barang-barang made in atau made by Prancis. Umat Islam harus diberi tahu nama-nama produk bikinan negara yang presidennya telah menghina Nabi Muhammad SAW.  

“Kemi mendesak dan meminta Pemkab dan Pemkot Sukabumi agar membuat surat edaran kepada minimarket dan toko-toko untuk menandai barang-barang bikinan Prancis,” tuturnya. (*)