Sorga yang Tersembunyi di Belakang Pantai Ratu Mandala

oleh -
Airnya yang jernih dengan lingkungan di sekelilingnya yang masih asri dan alami menjadikan Situ Cikalapa sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi besar di kawasan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Sebagai bagian dari Geopark Ciletuh, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi kaya dengan potensi destinasi wisata. Salah satunya Situ Cikalapa yang terletak di Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Danau yang berlimpah air jernih dan bersih sepanjang tahun ini memiliki keindahan alam khas Pajampangan dengan aneka jenis pepohonan dan satwa lokal.

Keindahan Situ Cikalapa termasyhur hingga ke luar wilayah Pajampangan. Walaupun belum sepopuler Pantai Ujunggenteng atau Pantai Pangumbahan, Situ Cikalapa sering menjadi bahan perbincangan para pemburu keindahan alam. Hanya karena letaknya di kawasan pesisir Surade, danau ini masih kurang pengunjung.

Padahal Situ Cikalapa merupakan salah satu danau berair tawar yang masih alami karena relatif belum tersentuh pembangunan fisik. Kondisi lingkungannya seperti flash back ke masa silam ketika Tatar Pasundan masih dipenuhi hutan lebat dan sumber-sumber alam yang melimpah ruah. Pepohonan tanaman keras dan berakar kuat serta berdaun rimbun tumbuh dengan lebat di sekeliling danau.

“Situ Cikalapa belum ditata secara maksimal. Baru sebatas untuk rekreasi alam yang terbuka untuk umum,” kata Gandi, polisi desa di Desa Cipeundeuy ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Ahad (8/11/2020).

Berdasarkan pendataan terakhir oleh desa, ujar Gandi, luas Situ Cikalapa sekitar 30 hektare kira-kira seluas satu kedusunan. Bentuknya memanjang dari utara dengan bagian ujung selatan yang lebih besar. Dilihat sekilas, alur air pada danau ini menyerupai sungai. Airnya yang sangat jernih berasal dari mata air alami di dalam tanah dengan pasokan air yang tidak berhenti mengalir sepanjang tahun.

Dengan bentangan alam seluas dan berdebit air sebanyak itu, Situ Cikalapa tidak ubahnya kolam raksasa tempat berkembang biak aneka jenis ikan. Di tempat ini ikan dapat hidup dengan leluasa sambil menjelajahi lekuk-lekuk dan pinggiran danau yang bertebing-tebing. Setiap saat para pemancing profesional atau sekedar hobi berdatangan ke danau ini untuk menyalurkan hasratnya dalam adu kecekatan dan kecepatan dengan ikan air tawar.  

Danau ini dikenal juga dengan nama Situ Habibi yang mengacu pada nama pemilik lahan tersebut yaitu Haji Habibi. Oleh Habibi, lahan di sekitar Situ Cikalapa diwariskan kepada anak-anaknya. Kalangan tertentu di Surade lebih suka menyebutnya Situ Habibi.  

Letak Situ Cikalapa tidak jauh dari Pantai Ratu Mandala, Pantai Cicaladi, dan Pantai Minajaya. Dari tempat yang agak tinggi di sekitar danau, pemandangan lepas ke arah selatan menampilkan kegagahan Samudera Indonesia dengan ombaknya yang begulung-gulung ke tepi pantai. Gerakan buih di atas ombak biru terlihat dengan jelas dari Situ Cikalapa.

Dari arah danau ke pinggir pantai hanya terhalang oleh hutan tipis dengan panjang kurang dari 1 kilometer. Relatif sangat dekat.  Hutan ini merupakan bagian dari wilayah Desa Cipeundeuy yang berbatasan dengan laut. Ada empat desa di Kecamatan Surade yang wilayahnya bersentuhan dengan Samudera Indonesia yaitu Pasiripis paling barat, Buniwangi kedua dari barat, Cipeundeuy kedua dari timur, dan Desa Sukatani yang terletak paling timur.

Karena lingkungannya yang alami, Siru Cikalapa dihuni berbagai jenis burung dan satwa lain. Sepanjang hari sejak pagi buta sampai menjelang petang, suara-suara burung tidak putus berkicau untuk menyemarakkan suasana di lingkungan danau. Kehadiran suara burung ini menjadikan lingkungan terasa lebih damai dan seperti berada di tengah masa kejayaan alam yang lestari dan alami.

Setiap saat air di permukaan selalu beriak membentuk gelombang kecil yang menambah keindahan danau dan sekitarnya. Kadang-kadang sekelompok ikan mengapung untuk mengambil oksigen dari udara bebas. Para pemancing sangat bersuka cita melihat kehadiran ikan-ikan tersebut.

Sayangnya Situ Cikalapa belum disentuh penataan untuk mendukung kemajuan pariwisata di tempat tersebut. Fasilitasnya belum lengkap, hanya ada satu dua perahu kayuh yang dapat digunakan oleh para pengunjung. Jalan menuju danau ini harus diperbaiki agar pengunjung tidak terganggu perjalanannya.

Begitu juga halnya dengan tempat parkir, belum tersedia secara memadai. Peran pemerintah pun belum maksimal untuk mengembangkan wisata di Situ Cikalapa. Upaya yang dilakukan pemerintah baru sebatas pelestarian lingkungan seperti penaburan bibit ikan dan penghijauan di area danau. (*)