Pancha Bela, Maung Lugay, dan Sekar Balebat Raih Medali Terbanyak

oleh -
Para juara Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka bersama para pengurus IPSI Kota Sukabumi dan Jabar. Dari kiri ke kanan Abah Ending dari Perguruan Pancha Bela, Ketua Panitia Nihayah Zulva, HM. Muraz, HM. Helmi Sutikno, Abah Adjie dari Perguruan Sekar Balebat, dan H. Boday dari Perguruan Maung Lugay.

Wartawan Andris Soepriyatno

Editor Wawan AS

Tiga perguruan silat meraih medali terbanyak pada Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka Pengcab IPSI Kota Sukabumi Cup I 2020 yang digelar Padepokan Pencak Silat Sangsaka Buana Indonesia dan Pengcab IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kota Sukabumi. Ketiga perguruan tersebut terdiri dari Pancha Bela, Maung Lugay, dan Sekar Balebat.

Pengumuman para peraih medali itu disampaikan pada penutupan festival di Gedung Juang 45 Jalan Veteran Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2020). Peraihan medali oleh para juara adalah Perguruan Pancha Bela 18 emas, 17 perak,  27 perunggu, jumlah 62 medali; Maung Lugay: 11 emas, 24 perak, 11 perunggu, jumlah 46 medali;  Sekar Balebat meraih 12 emas, 3 perak, 5 perunggu, jumlah 20 medali.

Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka diikuti sekitar 400 pesilat dari 30 perguruan dan padepokan silat. Panitia mempertandingkan kelas-kelas tunggal (perorangan), ganda (berpasangan atau ijen), dan rampak (beregu). Berdasarkan umur para peserta dikelompokkan ke dalam kategori usia dini, pra remaja, remaja, dewasa, pembina, dan sesepuh.

Festival ditutup oleh wakil dari Pengda IPSI Provinsi Jabar dan Padepokan Sangsaka Buana Indonesia, Drs. HM. Helmi Sutikno, M.M., M.B.A., CQM. Acara penutupan diisi pertunjukan silat cerita  dari Jakarta Selatan oleh Perguruan Lampah Guling pimpinan guru besar Maulana Ma’mun.

Selain itu panitia menyajikan atraksi boles, lisung ngamuk, dan cambuk api dari Perguruan Meong Bodas Pondok Pesantren Al-Fath pimpinan Prof. DR. KH. Muhamad Fajar Laksana, S.E., CQM, M.M., Ph.D. 

Pada penutupan festival tampak hadir Ketua Pengcab IPSI Kota Sukabumi HM. Muraz, S.H., M.M., Ketua KONI Kota Sukabumi Haickel Reza Balfas, S.E., Kasi Pembudayaan Olahraga pada Disporapar Kota Sukabumi Ganjar Ramdani Saputra, M.Pd., Ketua Harian IPSI Kota Sukabumi Drs. Dikdik Kristiana, M.Pd., Dewan Pertimbangan IPSI Kota Sukabumi H. Faisal Sjarief, M.Sc., dan Ketua Panitia Nihayah Zulva, S.Pd., M.M.

Dalam sambutannya, Ketua IPSI Kota Sukabumi menyampaikan terima kasih kepada semua perguruan silat dan seluruh peserta yang telah mengikuti dan berpartisipasi dalam Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka. Para peserta, kata Muraz, mengikuti festival dengan penuh kedisiplinan dan penghayatan. Dia pun mengucapkan selamat bertemu lagi pada festival yang kedua tahun depan.

“Kami ucapkan selamat kepada para juara, mudah-mudahan mereka bisa meningkatkan prestasinya. Bagi peserta yang belum meraih medali hendaknya terus berlatih karena tantangan ke depan semakin berat,” kata Muraz yang juga Anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

Di tempat yang sama, Helmi yang juga mewakili Perguruan Sangsaka Buana Indonesia selaku penyelenggara mengatakan, jajaran panitia bersama  wasit dan juri serta para peserta telah bekerja dengan baik sehingga festival dapat berjalan lancar, aman, dan sukses.

Helmi mengharapkan dari festival ini lahir para pesilat tangguh sebagai atlet-atlet berprestasi di masa yang akan datang. Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka merupakan ajang pencarian bibit dan atlet-atlet berbakat yang akan berkiprah di masa depan.

Dia juga menyampaikan Pupuhu Padepokan Sangsaka Buana Indonesia, Ki Jatnika Nanggamiharja tidak bisa menghadiri acara penutupan karena harus mengisi agenda lain yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bogor. (*)

Ketua Pengcab IPSI Kota Sukabumi HM. Muraz menyerahkan piala untuk juara pertama kepada Abah Ending dari Perguruan Pancha Bela. 
Ketua Panitia Festival Nihayah Zulva bersama para peserta favorit.
Kasi Pembudayaan Olahraga pada Disporapar Kota Sukabumi Ganjar Ramdani Saputra (kiri) menyerahkan piala kepada M. Yusup dari Perguruan ASBD (Al-Azhar Seni Bela Diri).
Atraksi cambuk api oleh para pesilat tangguh dari Perguruan Meong Bodas Ponpes Dzikir Al-Fath.
Para pemain silat membawakan silat cerita dari Jakarta Selatan oleh Perguruan Lampah Guling di bawah pimpinan guru besar Maulana Ma’mun.
Para pesilat Satya Bhinneka Koramil Kelapa Gading, Jakarta Utara di bawah asuhan Mayor Agung menghadiri Festival Pencak Silat Seni Tradisional Terbuka.