BJI Serukan Boikot Produk Prancis dan Membakar Foto Macron

oleh -
Laskar BJI Sukabumi Raya membakar foto Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Wartawan Fitra Yudi Saputra

Editor Wawan AS

Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam dan Nabi Muhammad membangkitkan kemarahan muslim sealam dunia, termasuk kalangan laskar Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya.

Para jawara dan pengacara BJI Sukabumi Raya mengutuk Macron dan membakar foto politisi yang benci Islam itu disertai seruan untuk memboikot produk Prancis. Aksi pembakaran foto Macron dan boikot produk Prancis itu digelar di seputar Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (30/10/2020) sore.

“Kami konsisten dengan seruan kami untuk memboikot barang-barang bikinan Prancis. Tidak ada maaf dan toleransi, ucapan Presiden Prancis yang berjanji tidak akan menghentikan pembuatan kartun yang menghina Nabi Muhammad dan Islam sangat melukai umat Islam,” kata Sekretaris BJI Presda Sukabumi Raya, Agus Sushafa  di tengah aksi boikot. 

Aksi seruan boikot dan pembakaran foto Macron, ujar Agus, merupakan bentuk protes dan kekecewaan terhadap ucapan politisi dan ekonom berumur 42 tahun tersebut. Sakit hati umat Islam, kata dia, sebenarnya tidak akan terbayar dengan boikot produk Prancis dan pembakaran foto Macron.

Dalam aksi pembakaran foto Macron, para laskar BJI bergerak di seputar Lapang Merdeka, persis di seberang Apotik Kimia Farma. Mereka juga memasang spanduk berlogo BJI yang diberi tulisan ‘Boikot produk Prancis’ dan ‘Terkutuklah Macron laknatullah’.

Sementara itu dihubungi via telepon, Ketua BJI Preswil Jawa Barat yang juga Ketua BJI Presda Sukabumi Raya, Budhy Lesmana menegaskan, seruan boikot produk Prancis merupakan seruan jihad untuk melawan musuh-musuh Islam. Boikot produk tersebut merupakan salah satu bentuk perlawanan umat Islam kepada para pembenci Islam.

“Macron telah memancing kemarahan kami. Dia harus menanggung akibat dan konsekuensi dari ucapannya yang melukai imat Islam,” ujar Budhy yang akrab disapa Budi Gondrong alias BG.

Umat Islam Indonesia yang merupakan mayoritas terbesar di dunia, kata dia, bisa memberi kontribusi besar bagi bangkrutnya industri-industri Prancis. Menghina Islam dan Baginda Rasul, lanjutnya, harus siap menghadapi konskuensi dibenci umat Islam Indonesia dan di seluruh dunia.

“Pedang sudah kami hunus, artinya kami siap menghadapi Macro dan para pendukungnya. Tapi tentu perang bukan solusi. Yang paling efektif  untuk membuat Prancis menyesal adalah memenggal distribusi pasar produk-produk Prancis di Indonesia dengan cara memboikotnya,” tandas BG.

Budhy mendesak Marcon untuk segera meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia atas ucapannya yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. (*)