Penambahan Kasus, Tingkat Kesembuhan dan Angka Kematian Jadi Rumus Penetapan Zonasi

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Walau Kota Sukabumi terus bertambah pasien yang terkonfirmasi positif setiap harinya yang di laporkan tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Sukabumi, bukan menjadi patokan Kota Sukabumi kembali ke zona merah.

Hingga sejauh ini berdasarkan data tersebut,  data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 362, dengan tingkat kesembuhan sebanyak 282, yang masih melakukan Isolasi sebanyak 76 dan 4 orang meninggal dunia.

Di temui wartawan, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Sukabumi, sekaligus Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengatakan, untuk penetapan zona merah bukan di lihat dari sekedar penambahan kasus, tapi ada rumusnya dengan penambahan kasus dan tingkat kesembuhan, juga angka kematian akan terjadi rumus-rumus untuk perubahan zonasi.

“Bukan sebatas penambahan kasus baru saja, walaupun tiap hari bertambah jumlah kasusnya, akan tetapi ketika angka kesembuhan nya bagus, dan angka yang meninggalnya tidak begitu tinggi, akan sangat berpengaruh pada penetapan zonasi,”kata Fahmi, kemarin di Hotel Taman Sari, usai menghadiri pelantikan AFKOT Sukabumi.

Saat ini berdasarkan hasil tracking dan tracing tim gugus tugas, penambahan kasus kini banyak terjadi dari kluster keluarga. Hal itu di dahului dari sebuah perjalanan salah satu anggota keluarga, dari luar Kota yang terpapar dan ketika tiba dirumah menularkan kepada anggota keluarganya.

“Kita berharap bagaimana warga Kota Sukabumi terus menerus kami edukasi untuk tidak melakukan perjalanan, ketika tidak dalam posisi yang sangat mendesak,”ujarnya.

Untuk menekan kasus penyebaran Covid-19, masih kata Fahmi, Pemkot Sukabumi telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk sanksi denda masker. Pihaknya telah menyelesaikan proses edukasi dan sosialisasi, yang akan bertahap ke selanjutnya. Hasil evaluasi dan komunikasi, tampaknya Perwal belum kuat untuk menetapkan sanksi kepada masyarakat, ada ide dan masukan agar tidak berbentuk Perwal akan tetapi berbentuk Peraturan daerah (Perda).

“Perda akan lebih kuat dalam menerapkan sanksi ke masyarakat, karena Perda melibatkan DPRD, kita akan berdiskusi dahulu,”terangnya.

Wali Kota juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan, dan perhatikan 3 M, (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) Fahmi juga meminta kepada para pelaku usaha untuk tetap patuh jam 24.00 WIB batas akhir untuk usaha. Begitu pun dengan komunitas yang melakukan kopdar diberikan waktu hingga jam 22.00 WIB. (*)