Bidang Perindustrian Mendorong Kebangkitan IKM di Tengah Wabah Covid-19

oleh -
Kabid Perindustrian pada Diskopdagrin Kota Sukabumi, Yudi Erlangga.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Bidang Perindustrian pada Dinas Koperasi,UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi terus mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bangkit dari keterpurukan akibat wabah Covid-19. Kondisi saat ini setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlalu, perlahan tapi pasti, pelaku IKM mulai bangkit dan eksis di bidang usahanya masing-masing.  

“Kami mulai menggencarkan program pembinaan dan bantuan kepada IKM. Program yang telah dijalankan berupa pelatihan pengemasan dan peningkatan mutu produk,” kata Kabid Perindustrian Diskopdagrin Kota Sukabumi, Yudi Erlangga ketika dihubungi wartawan, Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik, di Kota Sukabumi terdapat sekitar 4.000 IKM yang terdaftar. Namun dari jumlah itu hanya sekitar 700 yang aktif dan dapat melanjutkan usahanya. Nah, di masa pandemi ini kira-kira 70 persen atau sekitar 500 IKM terimbas Covid-19. Jadi hanya 200 IKM tangguh yang dapat bertahan. Hampir semuanya bergerak di bidang kuliner.  

“IKM yang terpuruk itu telah mulai bangun dan perlahan-lahan bangkit. Kami pun terus mendorong mereka para pelaku IKM untuk mengembalikan kondisi mereka,” kata Yudi.

Selain memberikan pelatihan pengemasan, jajaran Bidang Perindustrian juga memfasilitasi dan membantu pengurusan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi dari Dinas Kesehatan. Yudi dan anak buahnya juga membantu IKM untuk mendapatkan label halal.

“Tahun lalu kami membantu proses label halal untuk 20 IKM. Untuk tahun ini terhenti dulu karena ada wabah Covid-19. Kami akan berupaya untuk mendapatkan label halal bagi 20 IKM pada tahun 2021,” jelasnya. 

Belakangan pemerintah pusat menggulirkan program pemulihan ekonomi yang juga berlaku bagi kalangan pelaku IKM. Memang berat untuk mengembalikan kondisi IKM ke keadaan normal, ujar Yudi, namun setidaknya program tersebut dapat dijadikan tumpuan harapan mereka untuk bangkit kembali. (*)