Orang Tua Jenuh dan Aral, Tugas Daring Menyiksa Setiap Hari

oleh -
Rusdianti setiap hari membantu tugas daring anaknya, dia harus berjibaku untuk mengatur waktu dan tugas sebagai ibu rumah tangga.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Sejak terjadinya Pandemi Covid-19, memaksakan para siswa harus belajar dari rumah, secara daring. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah Virus Corona yang setiap hari terus bertambah pasiennya.

Seperti yang terjadi di Kota Sukabumi, hingga saat ini, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, hingga hari ini sebanyak 330 pasien terkonfirmasi positif, 78 pasien masih dalam Isolasi, 249 pasien dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Kondisi tersebut, membuat Pembelajaran secara tatap muka di sekolah, akan di pertimbangkan dan di undur Kembali oleh Pemerintah, khawatir akan membuat kluster baru, namun di sisi lain para orang tua sudah merasa jenuh dan aral dengan beban tugas daring yang setiap hari di berikan guru kepada anak-anaknya.

“Saya sudah jenuh, harus mikir setiap hari membantu anak mengerjakan tugas daring. Apalagi kalau tugasnya harus membuat video, memakan waktu dan pikiran,”kata Rusdianti (32) warga Kelurahan Dayeuh luhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Masih ditengah kondisi Pandemi, yang berdampak terhadap aspek kehidupan manusia, banyak masyarakat yang berjuang hidup karena ekonomi mereka terkena kondisi pandemi, beban hidup bertambah ketika harus membantu tugas anak dari sekolah secara daring.

“Kalau bisa para guru jangan terlalu memberikan tugas daring yang berat. Anak kesulitan karena tugas belum pernah dipelajari di sekolah, apalagi orang tua harus memutar otak membantu tugas anak,”bebernya.

Rusdianti berharap ada evaluasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terhadap pembelajaran secara daring yang dilakukan sekolah-sekolah. Pada intinya Rusdianti, tugas daring di masa pandemi tidak membebani para orang tua siswa, yang sudah berat menghadapi beban hidup karena terdampak dari Virus Corona.

“Dinas harus mengevaluasi kembali Pembelajaran secara daring di sekolah-sekolah. Kondisi susah uang juga, jangan memaksakan orang tua mengeluarkan biaya, baik itu beli kuota, beli buku LKS atau bentuk sumbangan yang diminta sekolah melalui komite,”ujarnya. (*)