Kerugian Rp500 Juta, Pedagang di Pasar Cibadak Ajukan Kios Pengganti

oleh -
Pembangunan kios permanen di Pasar Cibadak yang masih dalam proses oleh kontraktor swasta.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Para pedagang yang menjadi korban kebakaran tempat penampungan sementara di Pasar Cibadak langsung mengajukan permintaan pembangunan kios pengganti. Saat ini kondisi mereka cukup terpuruk karena barang dagangan mereka habis dimakan api.

Hal itu dikatakan Kepala UPTD Pasar Cibadak, Darwis Santosa kepada wartawan di tempat kerjanya, Senin (12/10/2020). Dalam pertemuan dengan para pedagang yang kiosnya terbakar, kata Darwis, mereka langsung mengusulkan pembangunan tempat berdagang untuk mereka.

“Kami telah berdiskusi dengan 7 pedagang yang menampati 28 kios yang terbakar. Dalam pertemuan dengan para pedagang itu, kami juga bersama-sama menghitung total kerugian akibat kebakaran kios-kios sementara itu,” kata Darwis.

Usulan dari para pedagang, ujar dia, tentu manjadi perhatian serius UPTD Pasar Cibadak. Dalam waktu dekat usulan pedagang tersebut akan diteruskan ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi.

“Mudah-mudahan harapan para pedagang dapat segera terwujud agar mereka dapat melanjutkan usahanya,” tuturnya.

Seperti ramai diberitakan, tempat penampungan sementara di Pasar Cibadak terbakar pada Ahad (11/10/2020) sore. Diduga, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Pada kebakaran itu, 28 kios beserta isinya ludes dilahap si jago merah.  

Kios yang menjadi sasaran api berisi komoditas pupuk, ikan asin, makanan ringan, minuman, dan alat pancing. Ketika api berkobar, kios dalam keadaan sudah tutup sehingga tidak satu pun barang yang dapat diselamatkan.

“Nilai kerugian materi dari musibah kebakaran tersebut mencapai sekitar 500 juta rupiah,” jelas Darwis.  

Para pedagang menempati kios-kios yang terbakar itu sudah 11 bulan sembari menunggu  pembangunan kios permanen yang dikerjakan oleh PT Bangun Jaya Alia. Proyeksinya, pembangunan kios tersebut selesai pada bulan Juli 2021. (*)