Menentang Trump, Warga Ciletuh Hilir Bela Kuburan Keramat Hingga Titik Darah Penghabisan

oleh -
Ratusan warga Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menggelar unjuk rasa untuk melawan arogansi pengembang resort dan lapangan golf yang akan menggusur kuburan keramat.
Ketua BJI Presidium Wilayah Jabar, Budhy Lesmana (tengah) dan rekan-rekan siap mengadvokasi gerakan warga Kampung Ciletuh Hilir.  

Wartawan Fitra Yudi Saputra/Budi ‘Baron’ Hermawan

Editor Wawan AS

Perlawanan warga Kampung Ciletuh Hilir RW 06 Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor kepada Donald Trump dan mitranya di Indonesia MNC Land terus digelorakan. Mereka menentang arogansi Trump-MNC Land yang akan menggusur pemakaman milik warga untuk dijadikan resort mewah dan lapangan golf.

Untuk menunjukkan sikap dan tekadnya, sekitar 200 warga Kampung Ciletuh Hilir bersama elemen mahasiswa dan aktivis menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk MNC Lido, Kamis (1/10/2020). Tema unjuk rasa: penolakan terhadap penggusuran makam yang dikeramatkan oleh warga.

Dalam aksinya, massa menggelar  orasi dan pertunjukan olah tubuh teatrikal yang menceritakan sosok Trump dan pemilik MNC Land Hary Tanoesoedibjo yang menzalimi petani.

“Kami sudah berjuang bertahun-tahun tetapi aparatur keamanan dan pemerintah daerah tidak dapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat kecil. Kami akan mempertahankan hak kami hingga titik darah penghabisan,” Ketua Forum Rakyat Ciletuh (FRC), Firmansyah yang juga Ketua Karang Taruna setempat dalam orasi di tengah massa.

Dalam aksi itu, Firman dan FRC diadvokasi ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (Bang Japar Indonesia/BJI) dan Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Warga Ciletuh, ujar Firman, tidak akan berhenti untuk menyuarakan suara hati nurani mereka atas   ketimpangan hukum dan kezaliman  yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Untuk memperjuangkan hak-haknya dan menegakkan keadilan, kata dia, warga RW 06 Kampung Ciletuh Hilir tidak akan mundur selangkah pun. Mereka akan terus melawan pada setiap bentuk intimidasi yang dilancarkan Trump dan antek-anteknya kepada warga dengan target warga menjual lahan tempat tinggal dan kuburan keramat kepada pihak MNC Land.

“Kami tidak akan menjual kuburan keramat milik kami. Warga siap melawan hingga titik darah penghabisan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua BJI Presidium Wilayah Jabar, Budhy Lesmana atau Budi Gondrong (BG) menegaskan, organisasi yang dipimpinnya siap lahir dan batin untuk mengadvokasi warga Ciletuh Hilir yang dizalimi oleh Trump dan MNC Land. BJI berkomitmen untuk mendampingi warga sampai tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami prihatin, di negeri ini masih terjadi kezaliman yang nyata yang dipertontonkan secara telanjang dan terang-terangan,” kata BG.

Donald Trump dan Hary Tanoe, ujar BG, semestinya merasa malu harus menyakiti rakyat kecil dalam membangun proyeknya. Sebagai pengusaha besar seyogyanya Hary Tanoe memperhatikan aspirasi rakyat dan menjalankan bisnis dengan prosedur yang benar dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. (*)