Wali Kota Imbau Warga Siap Siaga Memasuki Masa Pergantian Iklim

oleh -
Wali Kota, H. Achmad Fahmi (kanan) saat melihat kondisi pohon tumbang beberapa waktu lalu.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Dampak pergantian iklim di Kota Sukabumi, dari kemarau Panjang memasuki musim penghujan  di sertai angin kencang beberapa waktu lalu terjadi musibah pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa wilayah.

Mengantisipasi dampak bencana karena pergantian cuaca, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengimbau masyarakat waspada dan siap siaga hadapi bencana.

“Saat ini cuaca luar biasa, hujan sangat deras, kewaspadaan dari masyarakat sangat kami butuhkan,”kata Fahmi kepada wartawan, usai melauncing bus BRT dan Bus Wisata Ajak Kami, di Terminal Tipe C, Kamis (24/9/2020).

Fahmi juga mengimbau ke masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon, saat cuaca hujan, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena mobil yang tertimpa pohon tumbang tidak ada ganti rugi dari pemerintah daerah. Berbeda dengan rumah yang terkena pohon tumbang.

“Kalau rumah yang rusak akibat terkena musibah bencana termasuk terkena pohon tumbang, ada bantuan dari pemerintah daerah,”ujarnya.

Sementara itu dihubungi via pesan WhatsApp, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, H. Imran Wardhani mengatakan hasil observasi dan pemantauan terhadap peristiwa cuaca ektrim yang terjadi pada Rabu, (23/9/2020), musibah pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Cikole, Cibeureum, Gunung Puyuh dan Warudoyong.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah kemarin, untuk kerugian masih dalam pendataan. Sesuai imbauan Pa Wali, masyarakat harus waspada terhadap perubahan cuaca,”kata Imran.

Petugas BPBD Kota Sukabumi meninjau lokasi bencana di tengah permukiman penduduk.

Saat musibah terjadi, BPBD dibantu jajaran Kepolisian Polres Sukabumi Kota, TNI, Tagana, Satpol PP, DLH dan aparat di wilayah termasuk warga masyarakat setempat melakukan penanganan, seperti pohon yang tumbang menghalangi akses jalan dibersihkan dan di potong, untuk membuka akses jalan.

“Angin kencang kemarin juga membuat atap rumah warga rusak di Kelurahan Cisarua, sebanyak 60 rumah atapnya rusak. Sedangkan di Kelurahan Cisarua terjadi tanah Longsor di RT 02, RW 10 Babakan Jampang,”terang Imran. (*)