Kasus Pembongkaran Kuburan di Kawasan Lido Akhirnya Diproses Penyidik

oleh -
Maket dari resort mewah yang dilengkapi lapangan golf miliki MNC Group di kawasan Lido Kabupaten Bogor.

Wartawan Budhy Lesmana

Setelah mandek selama sekitar satu tahun, kasus pembongkaran kuburan di tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Ciletuh Hilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor atau di sekitar Lido akhirnya diproses penyidik Polres Bogor. Pada kasus itu terjadi salah objek dari kuburan yang dibongkar.

Direktur Eksekutif  Sembilan Bintang & Partners Law, Rd Anggi Triana Ismail selaku penasihat hukum warga Ciletuh Hilir menyatakan syukur atas diprosesnya kasus pengrusakan dan penggusuran lahan makam milik warga Ciletuh Hilir tersebut. Pihaknya akan terus mendampingi warga dalam penanganan kasus ini.

“Alhamdulillah, akhirnya kasus pembongkaran makan di Kampung Ciletuh Hilir diproses oleh Polres Bogor,” kata Anggi ketika dihubungi wartawan, Jumat (25/9/2020) pagi.

Pengrusakan dan penggusuran tanah kuburan, jelas Anggi, diduga dilakukan oleh oknum karyawan MNC Land yang merupakan anak perusahaan MNC Group pada awal tahun 2019. Anggi menduga, pihak perusahaan telah membujuk seorang warga berinisial P untuk melakukan pembongkaran kuburan kedua orang tuanya di TPU Ciletuh Hilir.

Berita terkait: Warga Bogor Siap Hadapi Donald Trump Hingga Titik Darah Penghabisan

Namun, pembongkaran kuburan yang dikawal oleh aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor itu berujung ricuh karena kuburan yang dibongkar oleh P ternyata diklaim oleh warga lain bernama Iyum. Dalam klaimnya, Iyum menyatakan, kuburan itu merupakan tempat peristirahatan terakhir dua anaknya.

“Karena itulah Ibu Iyum melaporkan kasus ini ke Mapolres Bogor dengan pasal pencurian mayat sebagaimana diatur pasal 362 KUHP, pasal 363 ayat (1), pasal 170, 179, 180 dan pasal 406 KUHP,” ujar Anggi.

Petunjuk arah menuju lokasi proyek milik perusahaan Donald Trump.  

Sementara itu Ketua RW 06 Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya, Jaja Mulyana mengatakan, kasus pembongkaran kuburan tersebut merupakan bagian dari derita warga terkait megaproyek MNC Group yang bekerja sama dengan Donald Trump (saat ini masih menjabat Presiden Amerika).

Sejak megaproyek digulirkan, pihak MNC Land terus melakukan pembebasan lahan, termasuk pemukiman warga dan areal pekuburan. Namun, sejauh ini warga Kampung Ciletuh Hilir tidak mau melepaskan tanah mereka. Warga mendeteksi banyak keganjilan pada pembuatan izin dari megaproyek tersebut.   

“Proses perizinannya saja sudah penuh dengan rekayasa dan tipu-tipu. Contohnya daftar hadir saya dan warga lainnya dalam pertemuan disulap menjadi persetujuan warga,” ujar Jaja. (*)