Warga Bogor Siap Hadapi Donald Trump Hingga Titik Darah Penghabisan

oleh -
Warga Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menyatakan sumpah untuk menolak penggusuran tanah makam di kampung mereka.

Wartawan Budhy Lesmana

Ratusan warga RW 06 Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor siap menghadapi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump hingga titik darah penghabisan.

Warga tidak bersedia untuk menyerahkan tanah milik mereka yang terkena megaproyek  Donald Trump bersama MNC Group di Desa Watesjaya. Rencananya Kampung Ciletuh Hilir bakal tergusur oleh pembangunan resort mewah lengkap dengan lapangan golf pada megaproyek tersebut.

Intinya mereka tidak mau meninggalkan tanah yang telah ditempati secara turun-temurun selama beratus-ratus tahun. Hanya demi megaproyek untuk tempat hiburan mewah, warga tidak mau Kampung Ciletuh Hilir punah.

Berbagai cara dilakukan kaki tangan Trump guna memuluskan megaproyek bernilai ratusan miliar bahkan sampai triliunan rupiah itu. Beberapa di antaranya terjadi dugaan upaya rekayasa dan pemalsuan dokumen perizinan.

“Kami pernah diundang rapat sosialisasi tentang rencana pembangunan megaproyek MNC-Trump ini. Pada rapat itu saya dan tokoh masyarakat Kampung Ciletuh menyatakan belum menyetujui rencana tersebut,” kata Ketua RW 06 Kampung Ciletuh Hilir, Jaja Mulyana kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Pertemuan digelar pada 2014 silam. Dia mengingat terus pertemuan itu karena menyangkut nasib tanah warisan dari nenak moyangnya. Jaja menegaskan, dia dan warganya tidak akan menjual sejengkal pun tanah  kepada Trump Cs mengingat warga tidak punya pilihan untuk tempat tinggal lain jika terusir dari tempatnya sekarang.

“Warga sepakat akan bertahan di sini, apapun risikonya,” ujar Jaja.

Setahun yang lalu, proses pembebasan lahan oleh pihak MNC-Trump di Lido sempat memanas. Saat itu dilakukan pembongkaran kuburan keramat yang diyakini warga sudah ada sejak tahun 1830.

Pihak yang manangani pembebasan lahan memaksa warga agar bersedia untuk memindahkan jenazah keluarga mereka dari lokasi yang akan dibebaskan.  Sampai dengan awal 2019 sedikitnya 6 kuburan dibongkar dan mayatnya akan dipindahkan ke tempat lain.

Namun warga yang dibujuk untuk melepas aset kuburan tersebut salah menunjuk lokasi makam. Ternyata makam yang dibongkar milik orang lain. Kasus salah bongkar kuburan ini telah dilaporkan warga kepada Polres Bogor dan saat ini tengah dalam penyelidikan. (*)