Dampak Kemarau Debit Air PDAM Belum Stabil, Pelanggan Harap Maklum

oleh -
Dirut Perumda Tirta Bumi Wibawa, Abdul Kholik Fadjawani.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Menanggapi keluhan pelanggan PDAM yang mengeluhkan sistem gilir air yang tidak adil di wilayah Puri Cibeureum Permai (PCP) II, khususnya di Jalan Kaliandra, Dirut Perumda, Abdul Kholik mengatakan dampak dari musim kemarau yang terjadi sejak bulan Juli 2020, membuat debut air yang dikelola PDAM turun hingga 60 persen.

“Kita mohon maaf atas pelayanan pendistribusian air yang belum maksimal karena dampak kemarau. Kita akan mengatur kembali jadwal penggiliran air ke pelanggan,”kata Dirut Perumda Tirta Bumi Wibawa, Abdul Kholik Fadjawani saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Kamis pagi (24/9/2020).

Walau musim hujan telah tiba, namun belum memberikan dampak pemulihan debit air secara signifikan, Abdul berharap dengan datangnya musim hujan bisa secara bertahap memulihkan debit air di Batu Karut maupun Cigadog. “Biasanya butuh waktu untuk memulihkan debit air agar kembali normal,”ujarnya.

Sambil menunggu pemulihan debit air, Abdul menyarankan agar para pelanggan yang sangat membutuhkan air, bisa mendapatkan air secara gratis yang di suplai oleh PDAM menggunakan Mobil Tanki. “Baik pelanggan maupun masyarakat yang sangat membutuhkan air, bisa menghubungi (0811 8111 530). Pengaduan pelanggan dan pengiriman Air Tanki bisa di nomor tersebut,”ucapnya.

Terkait usulan pelanggan yang menginginkan pergiliran air secara adil, usulan tersebut akan di kaji kembali, menurutnya merubah sistem gilir di satu wilayah akan merubah pula untuk wilayah lain. (*)

Berita terkait: Pelanggan PDAM Keluhkan Pergiliran Pendistribusian Air yang Tidak Adil