Dampak Banjir Bandang, 106 Rumah di Cicurug Rusak

oleh -
Salah satu rumah yang tergenang air akibat banjir badang yang menerjang kawasan Cicurug, Cidahu, dan Parungkuda pada Senin petang.

Wartawan Budi ‘Baron’ Hermawan

Editor Wawan AS

Dampak banjir bandang di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi menimbulkan kerusakan pada 106 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai katergori. Selain itu dampak banjir juga menimpa 116 KK atau 428 jiwa yang rumahnya mengalami kerusakan karena diterjang banjir bandang.

Tidak hanya Kecamatan Cicurug, wilayah Kecamatan Cidahu dan Kecamatan Parungkuda juga menerima dampak dari bencana tersebut. Beberapa unit rumah di dua kecamatan yang terletak di sebelah selatan Kecamatan Cicurug itu juga mengalami kerusakan.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pada Rabu (23/9/2020) pagi, rincian jumlah rumah yang rusak di Kecamatan Cicurug itu tediri dari  44 rumah rusak ringan (RR), 34 rumah rusak sedang (RS), dan  28 unit rumah mengalami rusak berat (RB).

Adapun jumlah orang yang hanyut terbawa aliran banjir di Kecamatan Cicurug sebanyak 3 orang dengan rincian 2 orang telah ditemukan yakni Jeje Juned (58) warga Kampung Cibuntu Desa Pasawahan dan Hasyim (70) warga Aspol Kelurahan Cicurug dan satu lagi bernama Ajo warga Kampung Cibuntu masih dalam pencarian.

Desa-desa di wilayah Kecamatan Cicurug yang terdampak banjir terdiri dari Cisaat, Pasawahan, Kelurahan Cicurug, Mekarsari, dan Bangbayang. Di Kecamatan Cidahu, desa terdampak terdiri dari Cidahu, Jayabakti, Pondokkaso Tonggoh, Pondokkaso Tengah, dan Babakanpari. Sementara di Kecamatan Parungkuda, desa terdampak banjir terdiri dari Desa Langensari dan Desa Kompa. Totalnya 11 desa dan 1 kelurahan.

Desa Pasawahan merupakan daerah yang paling berat menanggung dampak banjir dilihat dari jumlah warga yang meninggal dunia dan luka-luka. Di desa ini 7 rumah rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan 16 rumah rusak berat. Jumlah warga terdampak 33 KK /105 jiwa, dua orang hanyut dan 10 orang mengalami luka-luka.

Sementara di Kelurahan Cicurug,banjir melanda Kampung Aspol dengan dampak 4 unit rumah RR, 1 unit rumah RS, dan 4 rumah RB. Warga terdampak 9 KK/39 jiwa dan 1 orang terbawa hanyut. 

Di Desa Mekarsari, banjir melanda Kampung Nyangkowek dan Kampung Lio. Rumah yang rusak di Nyangkowek terdiri dari 23 RR, 23 RS, dan 16 rumah RB. Jumlah warga terdampak  64 KK/263 jiwa. Adapun di Kampung Lio 6 rumah RR dengan jumlah warga terdampak 6 KK/21 jiwa. 

Begitu juga di Desa Bangbayang, banjir melanda dua permukiman warga yakni Perum Setia Budi dengan dampak yang menimpa 4 unit rumah RR dan 4 KK serta Kampung Cicatih RT 01 RW 01 dengan dampak 2 rumah mengalami RB.

Di Desa Babakanpari di Kecamatan Cidahu, banjir menerjang Kampung Bojong Astana dengan kerusakan 3 rumah RS dan 3 KK terdampak.

Di Desa Pondokkaso Tengah, banjir melanda dua kampung yaitu Kampung Bantar (6 rumah RB dan 6 KK terdampak) dan Kampung Tapos dengan dampak 1 rumah RR, 2 rumah RB, 2 jembatan RB, dan 3 KK terdampak.

Banjir di Desa Jayabakti melanda Kampung Bojong dengan kerusakan 1 rumah RS, 2 rumah RB, 1 jembatan penghubung desa RB, dan 4 KK terdampak.

Lalu Desa Cidahu yang juga dilanda banjir menanggung dampak dengan kerusakan 1 rumah RS, 1 TPT (tembok penahan tanah) jebol, dan 1 jembatan penghubung desa RB. 

Selanjutnya Desa Kompa tepatnya di Kampung Bantar, kerusakan yang terjadi terdiri dari 1 rumah RB dan 1 jembatan penghubung ke wilayah Kecamatan Bojonggenteng dan Cidahu RB dengan 1 KK/3 jiwa yang terdampak. (*)

Berita terkait: Evaluasi Penyebab Banjir Cicurug, Bupati Menduga Ada Ekosistem yang Rusak