Pelanggan PDAM Keluhkan Pergiliran Pendistribusian Air yang Tidak Adil

oleh -
Dewi saat menunjukkan matinya aliran PDAM di pagi hingga sore di tempatnya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Musim Hujan Mulai tiba, namun warga Puri Cibeureum Permai (PCP) II, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi masih terjajah dengan pendistribusian air yang di gilir oleh pihak PDAM. Menurut laporan warga PCP II, Jalan Kaliandra sudah hampir 3 bulan harus begadang, karena air dari PDAM mengalir diatas jam 1 malam.

“Ke siksa setiap malam harus begadang menunggu air datang, pergiliran pendistribusian oleh PDAM tidak adil, lokasi kami hanya malam sedangkan tidak jauh dari kami siang air mengalir,”kata Dewi salah seorang warga PCP II, Jalan Kaliandra kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

Menurut Dewi, sebagian tetangganya sama sekali sudah tidak bisa merasakan air dari PDAM. Sebagai solusi untuk kebutuhan air bersih warga PCP II harus membuat sumur bor, sebagian berbagi air bersih dari sumur bor tersebut dengan tetangga lainnya.

Setiap musim kemarau tiba, Dewi dan warga lainnya pasti akan merasakan giliran air dari PDAM.

“Ini pasti terjadi setiap musim kemarau, seharusnya PDAM cari solusi jangan sampai kami harus selalu teriak-teriak meminta air,”tegasnya.

Dewi sudah merasa lelah setiap malam dia dan suaminya harus begadang di jajah oleh kebutuhan air dari PDAM. Ditengah kondisi pandemi Covid-19, yang susah uang, butuh uang tidak sedikit apabila harus membuat sumur bor, warga hanya bisa pasrah yang mengandalkan air PDAM.

“Masa Pandemi bukan hanya kebutuhan ekonomi, Air bersih juga penting bagi kehidupan. Kami minta Pemerintah daerah ikut juga menegur kinerja PDAM,”ujarnya.

Di sisi lain Dewi juga mengeluhkan ketika pelanggan telat bayar iuran PDAM, ada sanksi denda menanti, namun ketika air telat datang bentuk sanksi apa yang pantas diberikan kepada PDAM,”kata Dewi.(*)