Polisi Terjunkan Sat Brimob, Tim Gabungan Temukan Dua Korban Banjir Bandang

oleh -
Adanya mobil yang hanyut terbawa aliran banjir membuktikan bahwa tenaga dan volume air yang meluap ke luar sungai cukup besar.

Wartawan Iyus Firdaus

Editor Wawan AS

Tim gabungan berhasil menemukan dua korban banjir bandang yang melanda Cicurug dan sekitarnya yaitu Hasyim (60) dan Jeje (58). Petugas pemerintah dan relawan menemukan jasad para korban banjir tersebut di kedua tempat berbeda, Selasa (22/9/2020).

“Kedua korban tersebut berbeda TKP saat hanyut terbawa banjir. Mereka juga ditemukan di tempat berbeda,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP M. Lukman Syarif kepada wartawan di Posko Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug.

Jeje berasal dari Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Jasadnya ditemukan tim gabungan di daerah Pamuruyan, Cibadak. Tubuh Jeje ditemukan dalam keadaan rusak karena benturan.

Sementara Hasyim hanyut dari Aspol RT 04 RW 07 Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug. Tubuhnya ditemukan di kawasan Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.  

Sebelum dipulangkan ke keluarganya, jasad Hasyim dan Jeje menjalani pemeriksaan di RSUD Sekarwangi. Kedua korban malang ini terbawa arus air banjir sejauh beberapa kilometer dari tempat mereka hanyut.

“Kami menerjunkan personel untuk mendukung operasi penanggulangan banjir bandang di Cicurug. Tim kami bersama Satuan Brimob Polda Jawa Barat dan Tim SAR selalu siap terjun ke lapangan bersama tim gabungan,” kata AKBP Lukman.

Kapolres Sukabumi, AKBP M. Lukman Syarif.

Jajaran kepolisian juga memberikan dukungan personel untuk penyelenggaraan dapur umum guna mendukung kebutuhan logistik para korban banjir bandang yang tinggal sementara di pengungsian atau rumahnya masing-masing yang keadaannya darurat.  

“Selain itu, kami menerjunkan tim bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi yang melakukan penelusuran ke hulu sungai untuk mengetahui penyebab banjir bandang,” ujar Kapolres.

Tim gabungan akan mencari tahu penyebab musibah besar tersebut dikaitkan dengan kondisi ekosistem. Bersama limpasan air bah turut serta di dalamnya batang-batang dan limbah pohon. Itu bukti terjadi kerusakan lingkungan di sekitar pepohonan tersebut. (*)