Pokja Pengadaan Loloskan Pemborong Bermasalah, PT WS Banting Harga Penawaran

oleh -
Kabag PBJ Setda Kota Sukabumi, Fahrurrazi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Tender pembangunan Gedung Puskesmas Nanggeleng Kota Sukabumi senilai Rp3,1 miliar menimbulkan pertanyaan dari sejumlah kalangan. Penyebabnya, Pokja Pengadaan Barang dan Jasa (Pokja PBJ) meloloskan PT WS sebagai pemenang tender. Padahal perusahaan ini diindikasi bermasalah. 

Pada proses lelang juga terjadi aksi banting harga oleh PT WS sekitar 20 persen dari pagu proyek. Dalam hal ini PT WS mengajukan penawaran sebesar Rp2,48 miliar. Sebagai penawar paling rendah, teorinya PT WS memiliki peluang paling besar untuk menjadi pemenang.

Teori itu ternyata benar, perusahaan ini sukses menjadi pemenang tender pembangunan Puskesmas Nanggeleng. Namun sampai sekarang nama perusahaan tersebut sebagai pemenang tender belum diumumkan ke publik.  

Menanggapi pertanyaan publik atas kemenangan PT WS itu, Kepala Bagian PBJ Setda Kota Sukabumi, Fahrurrazi menjelaskan, pokja yang dipimpinnya telah bekerja secara prosedural dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pokja PBJ bekerja normatif berdasarkan aturan yang berlaku.

“Kami memperlakukan semua peserta lelang dengan perlakuan yang sama. Normatif saja. Kami memenangkan rekanan yang mengajukan penawaran paling rendah,” kata Fahrurrazi kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Selain mempertimbangkan nilai penawaran, ujar dia, Pokja PBJ memperhatikan kelengkapan persyaratan. Selama persyaratan kengkap, secara normatif, perusahaan tersebut memiliki hak untuk menjadi peserta ataupun pemenang tender.

Mengenai informasi tentang kinerja perusahaan, ujar Fahrurrazi, pihaknya tidak melakukan penelitian track record peserta lelang. Pokja PBJ mengambil keputusan berdasarkan kondisi real atas dokumen dan persyaratan yang diajukan peserta tender.

Karena tidak melakukan penelitian, Pokja PBJ Kota Sukabumi tidak mengetahui jejak rekam PT WS yang pernah meninggalkan masalah dalam pekerjaan di Kota Bogor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai kalangan, PT WS tidak tepat waktu ketika mengerjakan proyek pembangunan normalisasi saluran irigasi dan jembatan di Jalan Bantarkemang, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur 1,5 tahun yang lalu. 

Hingga batas akhir pelaksanaan pembangunan yakni tanggal 27 Desember 2018,  PT WS masih menyisakan banyak pekerjaan, baik drainase ataupun jalan di bawah jembatan.

Sebagaimana dilansir Inilah Koran, Kabid Jembatan dan Jalan pada Dinas PUPR Kota Bogor Wawan Gunawan menyatakan, pembangunan irigasi dan normalisasi sungai dan jembatan di Jalan Bantarkemang seharusnya selesai 27 Desember 2018. Namun sampai batas waktu tersebut, rekanan masih menyisakan pekerjaan dan mengajukan tambahan waktu selama 50 hari kerja.

Menyikapi lolosnya PT WS sebagai pemenang tender pembangunan Puskesmas Nanggeleng, Ketua Bang Japar Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya, Budhy Lesmana alias Budi Gondrong atau BG mengingatkan pihak-pihak yang terkait dengan proyek yang dibiayai uang rakyat untuk melaksanakan tugasnya dengan amanah.

Di Kota Sukabumi sejumlah proyek tidak dilaksanakan dengan baik hingga menyisakan masalah. BG mengharapkan pembangunan Puskesmas Nanggeleng tidak melahirkan masalah.

“Seyogyanya Pokja PBJ dapat mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi. Jangan sampai memilih pelaksana hanya sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mempelajari lebih jauh kesiapan perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan,” kata dia. 

Sebagai sosial kontrol, jelas BG, BJI akan membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan agar semua kegiatan berjalan sesuai harapan. 

“Kami akan ikut mengawasi serta melaporkan dan menindaklanjuti temuan atau penyimpangan yang dapat merugikan negara,” tandas BG. (*)