Meninggal di Bus Palabuhanratu-Sagaranten, Warga Agrabinta Dievakuasi dengan Protokol Covid-19

oleh -
Penanganan berdasarkan protokol kesehatan terhadap jasad penumpang bus jurusan Palabuhanratu-Sagaranten yang meninggal dunia secara mendadak.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Innalillahi wainnailaihi rojiun, penumpang bus jurusan Pelabuhanratu-Sagaranten meninggal mendadak di dalam bus Damri bernopol D 7631 AP jurusan Sagaranten, Senin (21/9/2020) sekitar pukul 08.30 WIB. Jasad almarhum yang kemudian diketahui bernama Jenal (63) dievakuasi petugas dengan prosedur protokol kesehatan.

Jenal melepaskan nyawa ketika sedang menunggu pemberangkatan bus ke Sagaranten. Kematiannya pertama kali diketahui oleh warga yang akan menaiki bus jurusan Palabuhanratu-Sagaranten tersebut. Warga itu curiga melihat penumpang yang tidak bergerak dan tidak menunjukkan respon terhadap keadaan di sekelilingnya.

Lalu dia melaporkan  adany penumpang yang mencurigakan kepada awak bus yang meneruskannya ke petugas Terminal Palabuhanratu. Pihak terminal pun segera menghubungi Polsek Palabuhanratu dan Puskesmas Palabuhanratu.

“Sesuai dengan SOP, kami dari pihak terminal langsung menghubungi Polsek dan Gugus Tugas Covid-19 di Puskesmas Palabuhanratu,” kata Kepala Terminal Palabuhanratu kepada wartawan, Asep Sumarna.

Jasad Jenal yang berdasarkan identitas miliknya tinggal Kampung Legokcau RT 001 RW 003 Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur itu dievakuasi oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sangat lengkap. Petugas membawa jasad Jenal ke RSUD Palabuhanratu.

Asep tidak berani menyimpulkan latar belakangnya kematian Jenal. Tindakan pengamanan oleh Satgas Covid-19, kata dia, itu ditempuh untuk menjalankan protokol kesehatan yang diterapkan di terminal.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematiannya, kami serahkan ke pihak medis dan gugus tugas Palabuhanratu,” tutur Asep. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Jenal meninggal dunia akibat serangan jantung. Polisi tidak menemukan jejak tindak kekerasan pada tubuh almarhum. (*)