Mualim Cipanengah Tewas Tertabrak di Pertigaan Jeruknyelap

oleh -
Jasad Ustadz Apip yang menjadi korban tabrakan maut di pertigaan Jeruknyelap sempat tergeletak di badan jalan.

Wartawan Kristiawan Saputra

Editor Wawan AS

Tabrakan maut terjadi di pertigaan Jalan Jeruknyelap, Sabtu (19/9/2020) sekira pukul 05.15 WIB. Musibah tersebut merengut nyawa seorang mualim terkenal Ustadz Apip, warga  Cipanengah Hilir RT 02 RW 04, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Pada kecelakaan itu mualim Apip menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian. Tragedi tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Ustadz Apip dan mobil ambulans berleter D.

Lokasinya di pertigaan Jeruknyelap, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi persis di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi.  

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian, tabrakan maut itu terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai Ustadz Apip berbelok dari Jalan Jeruknyelap ke Jalan Pelabuhan II.

Ketika motor Beat sudah berhasil menyeberang jalan, tiba-tiba dari arah Palabuhanratu meluncur mobil ambualans bernopol D 9917 LC. Sopir ambulans tidak melihat sepeda motor Beat bernopol F 2725 DS yang dikendarai Ustadz Apip.

Tabrakan pun tidak terlelakkan. Mobil ambulans dengan telak menabrak sepeda motor Beat. Tubuh Ustadz Apip terpental ke badan jalan. Beberapa warga mengambil inisiatif menutup tubuh mualim yang sangat dikenal di kawasan Lembursitu tersebut.

Setelah tabrakan, dalam sekejap kemacetan melanda Jalan Pelabuhan II. Kebetulan waktunya bersamaan dengan keberangkatan para karyawan pabrik menuju kawasan Cikembar.   

Para tukang ojek yang mangkal di pertigaan Jeruknyelap langsung ikut mengatur lalu lintas. Tidak berapa lama polisi dari Satlantas Polres Sukabumi Kota tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan lokasi dan pemeriksaan lapangan.

Seorang saksi mata di tempat kejadian, penyedia jasa angkutan ojek bernama Juli mengatakan, pada tabrakan itu, korban terseret sejauh sekitar 15 meter.  

“Sepeda motor yang dikendarai Ustadz Apip hendak berbelok ke arah kota. Dari arah Palabuhanratu tiba-tiba ada ambulans meluncur dengan kecepatan datang. Tabrakan pun tidak terhindarkan,” kata Juli.

Karena luka berat yang dialaminya, kata Juli, nyawa Ustadz Apip tidak terselamatkan. Juli menyebutkan, masyarakat sekitar sangat kehilangan Ustadz Apip yang giat dalam kegiatan keagamaan. (*)