Bawaslu Ingatkan Pendamping PKH Harus Netral

oleh -
Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan sosialisasi partisipatif untuk kelompok penyuluh agama, penyuluh pertanian, dan pendamping PKH (Program Keluarga Harapan). Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Sparks Forest Adventure, Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi,  Rabu (16/9/2020).

Sosialisasi dalam rangka mensukseskan Pilkada tahun 2020 itu dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto. Pada acara itu, semua penyelenggara dan peserta menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, pemeriksaan suhu tubuh, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer atau dengan sabun di bawah air yang mengalir.  

“Kami melibatkan penyuluh dan pendamping PKH karena mereka sering terjun ke masyarakat. Sehari-hari mereka berhubungan dengan komunitas warga,” kata Teguh kepada wartawan seusai pembukaan acara sosialisasi.

Sebagai petugas yang sering berkomunikasi dengan masyarakat, ujar Teguh, jangan sampai mereka dipolitisasi oleh kalangan tertentu untuk mendulang suara pemilih. Karena kegiatannya dibiayai oleh negara, otomatis mereka tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis.

“Jadi kami mengajak para peserta sosialisasi pengawasan partisipatif  untuk mewujudkan Pilkada yang adil, mereka tidak boleh berpihak kepada salah satu paslon. Karena statusnya sebagai ASN, penyuluh keagamaan dan penyuluh pertanian harus netral,” ujar dia.

Sejalan dengan aturan itu, Teguh juga mengingatkan pendamping PKH yang dibatasi kode etik harus netral dalam Pilkada. Pendamping PKH, tambahnya, tidak boleh dipolitisasi dan mempolitisasi pekerjaannya.

Aturannya sangat jelas, lanjut dia, para penyuluh dan pendamping PKH tidak boleh mengarahkan masyarakat  untuk mendukung atau memilih paslon tertentu.

Kegiatan sosialisasi yang digelarnya, kata Teguh, juga dalam rangka menjalankan fungsi pencegahan terjadinya pelanggaran pada Pilkada. 

“Kami ingin menciptakan Pilkada yang berkualitas. Ajakan-ajakan yang berpotensi melakukan pelanggaran sering terjadi pada Pilkada. Semua kalangan masyarakat harus tahan menghadapi ajakan-ajakan tersebut,” ujar Teguh.

Di sisi lain, para peserta sosialisasi juga mempunyai hak melaporkan tekanan atau paksaan yang mengarahkan mereka kepada salah satu paslon. Ketua Bawaslu mengharapkan semua para peserta berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pesta demokrasi di Kabupaten Sukabumi.

“Intinya mereka tidak menyalahgunakan wewenang dan ditunggangi kepentingan politik,” ujarnya.

Di tempat kegiatan tampak hadir Anggota Bawalu Provinsi Jabar Sutarno, S.H., para komisoner dari Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sukabumi Anzar Kusnandar, Sekretaris Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Sukabumi Ridwan, Danramil 0710/Nagrak Kapten Cba Uus Sugiatna, dan Kapolsek Nagrak Iptu Teddi Armayadi, S.H. (*)