Musim Panen Tiba, Harga Cabai Merah Terjun Bebas

oleh -
Panen cabai merah telah tiba, tetapi petani di kawasan Kadudampit menyambutnya dengan wajah sedih karena harga jual di tingkat tengkulak sangat rendah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Harga komoditas sayuran cabai merah sudah hampir dua pekan ke belakang mengalami penurunan dikarenakan datangnya musim panen secara serentak di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. Dengan stok melimpah sementara daya beli konsumen agak menurun, harga cabai merah turun drastis.

Hal itu disampaikan salah seorang petani cabai maerah asal Kampung Kadupugur,  Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, R. Suryaman (31) kepada wartawan, Selasa (15/9/2020). Saat ini harga cabai merah di tingkat tengkulak antara Rp12 ribu dan Rp13 ribu pekilogram.

“Hampir semua petani yang menanam cabai merah mengalami kerugian. Kemungkinan setelah panen cabai, saya akan beralih ke jenis sayuran lain,” kata Suryaman di rumahnya.

Merosotnya harga cabai, ujar dia, telah terjadi sejak masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, harga jual cabai merah di beberapa pasar tradisional mencapai Rp30 ribu/kilogram. Jelas sekali keuntungan bagi tengkulak dan pedagang lebih besar, sedangkan petani cabai merugi.

Karena itu Suryaman dan para petani cabai meminta dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Harusnya ada sidak ke pasar oleh Pemda karena harga cabai merah di tingkat petani sangat jauh dengan harga di pasar,” jelas dia.

Sejak masa pandemi Covid-19, Suryaman dan rekan-rekannya mengalami penurunan penghasilan karena harga semua jenis sayur anlok. Namun mereka tetap bertahan dengan kegiatan pengolahan lahan pertaniannya agar tetap bisa menafkahi keluarga.

“Kami pernah mengalami pada saat panen harga cabai merah jatuh hingga Rp7 ribu perkilogram. Kami minta pemerintah daerah segera hadir dan bergerak cepat untuk menyikapi masalah ini,” ungkapnya.

Suryaman menjual sebagian hasil panennya kepada para tetangga dan kerabat dengan harga pertemanan dan persaudaraan. (*)