Perpustakaan Tutup Layanan Tatap Muka, Pinjaman Buku Dilakukan Secara Online

oleh -
Layanan secara tatap muka dan kunjungan ke perpustakaan pusat Kota Sukabumi ditutup sementara.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Sudah beberapa hari ke belakang, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi menutup sementara pelayanan tatap muka di perpustakaan pusat Jalan Perpustakaan, Cikole, Kota Sukabumi. Langkah itu diambil Dispusipda sebagai antisipasi terhadap naiknya kasus Covid-19 belakangan ini.

 “Kami sudah tidak melayani masyarakat untuk layanan tatap muka, membaca, atau meminjam buku di  perpustakaan.  Kebijakan ini terkait dengan perkembangan pasien terkonfirmasi positif dan penambahan kluster baru Covid-19 di Kota Sukabumi,” kata Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Gabriel M Sukarman saat dihubungi via telepon seluler, Senin (14/9/2020) sore.

Sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, Dispusipda  membuka layanan tatap muka dengan pembatasan jumlah pengunjung dan durasi kunjungan. Karena kasus Covid-19 cenderung naik, Dispusipda tidak berani mengambil risiko dari perkembangan terakhir Covid-19. 

Karena itu, sementara waktu peminjaman buku dilayani secara online. Kebutuhan masyarakat akan buku dilayani dengan sistem pelayanan e-book. 

“Penutupan layanan secara tatap muka sudah diinformasikan melalui media sosial dan pengumuman lewat WhatsApp angggota,” jelas Gabriel. 

Pelayanan tatap muka secara langsung untuk saat ini, ujar dia, mengandung risiko bagi penyebaran Covid-19. Jenis pelayanan online merupakan upaya untuk menekan atau menahan laju pergerakan Virus Corona.

“Kami menggunakan dua akun untuk peminjaman dengan sistem e-book. Jumlah angggotanya sudah banyak. Jadi kemungkinan peminjam buku secara online juga cukup banyak,” kata dia.

Para petugas perpustakaan juga membersihkan buku yang baru dikembalikan oleh anggota. Ketika layanan membaca di tempat masih dibuka, prosedur pembersihan buku juga diberlakukan untuk buku yang dipegang banyak orang.    

“Penutupan layanan ini tidak berarti kawasan Dispusipda dilockdown. Kegiatan di kantor kami tetap berjalan seperti biasa. Program perpustakaan keliling ke Lapas Nyomplong tetap jalan, namun untuk beberapa lokasi dihentikan dulu,” ujar Gabriel. (*)