Klinik Gigi Halus Menjamin Kenyamanan Pasien di Masa Pandemi

oleh -
drg. Ali Sundiharja, pemilik dan pengelola Klinik Gigi Halus.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Klinik Gigi Halus di Jalan Nyomplong Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi siap memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan pasien di masa pendemi Covid-19. Dengan jaminan itu, pasien maupun dokter gigi terhindar dari kemungkinan tertular Virus Corona.

Di tengah katakutan masyarakat untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi maupun puskesmas, Klinik Gigi Halus memberlakukan prosedur kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang menurut WHO menular melalui tangan ke mulut dan hidung.

“Sejak merebak pandemi Covid-19, kami tetap buka praktik. Klinik kami memberlakukan protokol kesehatan, mulai pemeriksaan suhu tubuh pasien, pengaturan kursi agar jarak pasien tidak terlalu dekat, dan kewajiban bagi pasien untuk berkumur dengan cairan khusus sebelum pemeriksaan,” jelas pemilik Klinik Gigi Halus, drg. Ali Sundiharja kepada wartawan di ruang kerjanya, Ahad (2/8/2020).

Sementara Ali menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) level tiga untuk menghadapi virus ganas seperti Ebola. Semua karyawan klinik harus diperiksa suhu tubuh dan berkumur dengan cairan khusus pembunuh virus dan pembersih mulut sebelum masuk dan ketika akan meninggalkan klinik.

“Cara berkumur yang benar selama 30 detik sambil menenggak ke atas membentuk sudut 45 derajat. Langkah ini bisa membunuh virus di dalam mulut dan dekat tenggorokan,” kata dia.

Apabila ada calon pasien bersuhu tubuh tinggi, ujar Ali, dia akan disuruh balik lagi tujuh hari kemudian, tapi tetap diberi resep. Namun ketika ada pasien yang sakit giginya parah, walau kondisi tubuhnya di atas normal, Ali akan melakukan tindakan dengan menggunakan APD lengkap level tiga.  

Kebijakan Ali itu sejalan dengan isi penyuluhan dan pelatihan yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) Jakarta kepada warga Kelurahan Benteng beberapa waktu lalu. Tim FKG Usakti mempersilakan masyarakat untuk memeriksakan giginya ke dokter gigi atau puskesmas, tapi dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat bagi tenaga medis maupun pasien.  

Dihubungi via telepon seluler, staf pengajar fisiologi mulut dan gigi FKG Usakti, drg. Monica Dewi Ranggaini, M.K.G., F.I.C.D. yang menjadi salah satu narasumber pada penyuluhan tersebut mengatakan, masyarakat tidak perlu lagi takut datang ke dokter gigi atau puskesmas ketika sakit gigi. Selama mengikuti dan taat aturan oleh pasien dan dokter gigi, pemeriksaan gigi di masa wabah Covid-19 tetap aman. 

drg. Monica Dewi Ranggaini, M.K.G., F.I.C.D.  

“Dari kegiatan kemarin kami menyimpulkan, banyak informasi sederhana seputar kesehatan gigi yang belum diketahui masyarakat. Saya mengharapkan kegiatan penyuluhan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kemarin selenggarakan penyuluhan secara virtual. Ke depan kami ingin datang langsung ke Sukabumi,” kata Monica.

Mengawakili FKG Usakti. Monica ingin menggelar penyuluhan gratis kesehatan gigi di Sukabumi secara tatap muka dan membantu pemeriksaan pasien yang sedang sakit gigi.

“Dari penyuluhan yang lalu, kami hasilkan 15 kader yang menerima edukasi kesehatan gigi. Kami harapkan para kader ini menularkan ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat yang lainnya. Kami selalu ingatkan masyarakat harus terus menjaga kesehatan gigi dengan rajin menggosok gigi dan berkumur dengan obat kumur,” ujarnya. (*)