Edukasi Corona, Al-Fath Gelar Fashion Show Domba Kurban

oleh -
Salah satu domba yang dirias sebagai Ratu Corona pada Qurban Fetival 2020 di Pesantren Dzikir Al-Fath di Perumahan Gading Kencana Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI/Asep Ginanjar Yusuf (Speth)

Pesantren Dzikir Al-Fath di Perumahan Gading Kencana Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi menggelar fasihion show domba sebelum pemotongan hewan-hewan kurban tersebut. Pada pertunjukan tradisi tersebut, Pesantren Dzikir Al-Fath mengusung tema edukasi Virus Corona disertai atraksi seni tradisional.

Puncak dari kegiatan itu adalah pemotongan hewan kurban dan pendistribusian dagingnya. Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath , KHM. Fajar Laksana mengatakan kegiatan tersebut merupakan budaya dan tradisi di pesantren yang dipimpinnya. Pada kegiatan itu, semua hewan kurban titipan jemaah disertakan pada Qurban Festival.

“Qurban Festival merupakan tradisi dan budaya di Ponpes Dzikir Al-Fath sebelum pemotongan hewan kurban. Domba-domba itu dirias oleh para santri untuk mengikuti lomba fashion show,” kata Fajar di tempat Qurban Festival 2020, Sabtu (1/8/2020).

Fashion show dalam rangka Qurban Festival 2020 itu diikuti 14 ekor domba. Para santri merias domba-domba tersebut dengan tema edukasi Virus Corona. Dalam lomba ini, para santri mewakili tingkatan sekolahnya masing-masing menampilkan hasil kreasi hiasan domba yang akan ditampilkan di depan juri.

Berdasarkan tema yang diusung, di tempat fashion show domba-domba tampil dengan riasan seputar adaptasi kehidupan baru (AKB), Dokter Corona Domba, Raja Corona Domba, Ratu Corona Domba, Virus Corona Domba, dan domba yang memakai APD (Alat Pelindung Domba).

“Ada pesan edukasi dalam fashion show ini untuk warga pesantren dan masyarakat seputar pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Domba saja pakai masker, masa manusia tidak,” jelas Fajar.

Pada Idul Adha tahun ini, Ponpes Dzikir Al-Fath memotong 1 ekor sapi dan 14 domba yang berasal dari keluarga besar KHM. Fajar Laksana dan para jemaah. Selama proses pemotongan dan pengurusan hewan kurban, panitia menerapkan protokol kesehatan.

“Pada intinya kita tidak perlu takut pada Virus Corona. Kalau kita selalu dihantui rasa takut, imun tubuh kita akan menurun. Yang paling penting, kita selalu menjaga kesehatan dan mohon perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.

Sebelumnya di tempat Qurban Festival 2020, panitia menyajikan pertunjukan pencak silat dari Perguruan Maung Bodas milik Ponpes Dzikir Al-Fath, seni Boles dan Ngagotong Lisung, serta festival sate terpanjang yang hasil olahannya dinikmati oleh hadirin. (*)