Juara MTQ Jabar Menjadi Imam Shalat Ied di Perumahan Nirwana Graha

oleh -
Ustadz Ujang Beni Ibrahim ketika menyampaikan khutbah pada shalat Ied di Perumahan Nirwana Graha Kelurahan Dayeuhluruh, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Juara MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) tingkat Jawa Barat, Ustadz Hadin Mubarok menjadi imam pada shalat Idul Adha di Masjid Al-Mumtaz Perumahan Nirwana Graha (PNG), Jumat (31/7/2020). Suaranya yang merdu menghanyutkan jamaah ke dalam suasana khusyuk selama mengikuti shalat Ied.

Hadin merupakan juara pertama MTQ ke-34 di Kota Tasikmalaya tahun 2016. Tidak hanya suaranya yang merdu, Hadin juga sangat fasih melafalkan kata demi kata pada surat yang dibawakannya.

Sementara bertindak selalu khatib pada shalat Hari Raya Kurban di perumahan yang terletak di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi itu adalah Ustadz Ujang Beni Ibrahim (UBI) yang sehari-hari menjabat Kepala SMA IT Insani.

Pada shalat berjemaah tersebut, DKM Al-Mumtaz memberlakukan protokol kesehatan dengan mewajibkan jamaah membawa sajadah masing-masing dan menggunakan masker. DKM juga memberikan petunjuk tentang tata cara bersalaman yang efektif dan sesuai protokol kesehatan.

Mengawali khutbahnya, Ustadz UBI mengupas tentang wabah Covid-19 yang merupakan ujian dari Allah SWT. Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia membawa dampak yang serius bagi kehidupan manusia. Semua manusia di atas muka bumi tidak bisa lagi melaksanakan aktivitas secara normal seperti sebelum terjadi pandemi.

“Semuanya dibatasi demi untuk memutus mata rantai penularan. Kebijakan tersebut menjadikan roda ekonomi tidak dapat berputar sebagaimana mestinya,” kata UBI.

Selanjutnya dia menyampaikan khutbah seputar faedah dan hikmah berkurban. Menurut Iman Syafii, kata UBI, hukum memotong hewan kurban adalah sunah muakadah atau sunah yang dikuatkan dan sangat dianjurkan.

“Setidaknya ada dua pelajaran yang dapat dipetik dari ibadah kurban. Pertama meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang penuh kesabaran menerima cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada mereka. Kedua menumbuhkan sifat kedermawanan dan saling membantu atau taawun di tengah masyarakat,” jelas UBI.

Ketabahan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tercemin dari kesediaan dan keikhlasan untuk mengorbankan tenaga, harta, maupun nyawa dalam melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT. 

“Dalam situasi musibah pandemi yang terjadi saat ini, kita dituntut untuk lebih bersabar dan tabah. Tapi harus terus berusaha guna mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi,” kata dia. (*)