Merespon Pembakaran Foto HRS, ARASY Siap Menjaga Ulama dan Habaib

oleh -
Pemasangan baligo ARASY yang siap melindungi ulama dan habaib dari gangguan oknum-oknum yang suka mengadu domba anak bangsa dan umat Islam.
Elemen ARASY di depan baligo seruan lindungi ulama dan habaib.

Wartawan Budi ‘Baron’ Hermawan/Asep Ginanjar Yusuf

Aliansi Rakyat dan Aktivis Sukabumi Raya (ARASY) siap menjaga ulama dan habaib dari gangguan kelompok yang ingin mengadu domba anak bangsa dan umat Islam. Untuk menegaskan sikapnya itu, ARASY memasang baligo berukuran besar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2020).

Pada baligo yang dipasang di trotoar Lapang Merdeka itu terpampang seruan dari ARASY berbunyi: ‘Jaga Habaib-Ulama Lindungi NKRI Ganyang Neo-PKI’. Elemen-elemen organisasi ARASY juga menegaskan, ‘ARASY Bersama IBHRS’. Yang dimaksud IBHRS tiada lain Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

“Pemasangan baligo ini menunjukkan bahwa masyarakat Sukabumi peduli dan selalu menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya dengan menjaga para ulama dan habaib agar tidak dilecehkan dan dihina oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Koordinator ARASY, Budhy Lesmana alias Budi Gondrong (BG) ketika ditemui di tempat pemasangan spanduk.

Tidak diragukan lagi, sikap ARASY itu merupakan respon dari aksi unjuk rasa oleh Gerakan Jaga Indonesia (GJI) yang dipimpin Boedi Djarot di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (27/7/2020) lalu. Pada aksi itu terjadi pembakaran baligo yang memuat foto Habib Rizieq Shihab.

Unjuk rasa, ujar Budhy, diperbolehkan karena hal itu dilindungi oleh UUD 1945. Namun dalam unjuk rasa, kelompok mana pun tidak boleh melecehkan dan menghina figur yang menjadi panutan atau teladan kelompok lainnya. Pembakaran baligo IBHRS pada aksi itu tidak mencerminkan semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam pembakaran foto Habib Rizieq,” ujar BG. 

Terkait aksi itu beberapa media online menyebutkan, massa mencoba membakar foto IBHRS. Padahal berdasarkan video yang beredar di media sosial, segelintir peserta unjuk rasa jelas-jelas membakar foto HRS namun apinya tidak menyala.

“Kami menyerukan untuk memperkuat ketahanan bangsa dan menjaga keutuhan HKRI. Semua kalangan anak bangsa harus bertindak rasional dan bersikap bijaksana dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur Budhy yang menjabat Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI) Sukabumi Raya.

Selain BJI, elemen-elemen yang tergabung di dalam ARASY antara lain Pemuda Pancasila, Porkab Sapu Jagat, FPI, GM-FKPPI, Maung Lugay, SKP,  BPPKB Banten, AMS, STC 234, LMP, SBJ, PUI, GNCP, HMI, IHSAS, Saung Hijrah,  GARBI, GEMPA, Bela Negara, Jasma, Garuda Kencana Wangi, Himpunan Islam Mentawai, dan puluhan ormas lainnya. (*)

ARASY selalu bersama IBHRS.