H-1 Idul Kurban, Bungkus Ketupat Sepi Pembeli

oleh -
Jajang, penjual bungkus ketupat di kawasan Pasar Gudang sampai siang tadi belum menikmati masa maréma.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Idul Adha 1441 Hijriyah tinggal hitungan jam. Namun penjualan bungkus ketupat masih sepi. Para penjual bungkus ketupat di beberapa lokasi di wilayah Kota Sukabumi belum mengalami booming penjualan, lapak atau kios mereka masih sepi pembeli sejak beberapa hari ke belekang.

“Sekarang benar-benar sepi pembeli, tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya selalu ramai,” kata Jajang (32), penjual bungkus ketupat di kawasan Pasar Gudang, Kota Sukabumi kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Pada Idul Adha 1440 Hijriyah tahun 2019, memasuki H-1 banyak pembeli bungkus ketupat yang singgah untuk bertransaksi di lapaknya. Banyak warga yang memilih ketupat sebagai hidangan dalam perayaan Lebaran Haji.  

Jajang bersama beberapa pedagang bungkus ketupat sudah mangkal sejak H-5  Idul Adha. Dia telah menyiapkan kurang lebih 700 biji bungkus ketupat yang siap dijual ke masyarakat. Harganya jualnya Rp500 perbiji atau Rp5 ribu untuk satu ikat yang berisi 10 bungkus ketupat.  

Sejak hari pertama, jumlah bungkus ketupat yang tejual baru mencapai paling banyak 200 biji. Jadi masih ada sekitar 500 bungkus ketupat yang belum terjual. Jajang akan terus mencoba peruntungan sampai sore atau menjelang malam.

Kondisi yang sama juga dialami pedagang bungkus ketupat bernama Badrudin (45) yang berjualan di seputar kawasan Pintu Kisi Jalan Siliwangi, Kota Sukabumi. Sejauh ini Badrudin baru bisa menjual 15 ikat atau 150 biji bungkus ketupat dengan nilai transaksi sekitar Rp75 ribu.

Biasanya kawasan Pintu Kisi menjadi pusat penjualan bungkus ketupat menjelang Lebaran. Masyarakat yang membutuhkan bungkus ketupat selalu datang ke lokasi ini.  

“Lapak di sini biasanya  ramai pembeli bungkus ketupat. Sekarang benar-benar sepi. Mungkin memang lagi susah uang atau masyarakat tidak berminat masak ketupat saat Lebaran Haji tahun ini,” ujar Badrudin. (*)