Kades Cijengkol Tidak Ragu Merangkap Kerja Sebagai Tukang Bangunan

oleh -
Kepala Desa Cijengkol Haer Suhermansyah (kiri, sebelah atas) tidak ragu menjadi tukang bangunan untuk mempercepat pembangunan balai desa.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Keteladanan dalam hal bekerja keras dan meraih prestasi yang ditujukkan oleh Kepala Desa Cijengkol Haer Suhermansyah patut ditiru oleh kepala desa lainnya. Di bawah kepemimpinan Haer, Desa Cijengkol yang terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi dapat menorehkan berbagai prestasi tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Selain teladan dalam meraih prestasi, Kades Haer juga dapat diandalkan dalam  kerja kerasnya untuk membangun desa. Dia tidak ragu-ragu bergabung dengan pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan Balai Desa Caringin. Bersama para pekerja, Haer pun bekerja layaknya tukang bangunan.   

“Tidak ada salahnya saya menjadi tukang bangunan, saya sudah terbiasa. Apalagi ini untuk membangun balai desa di desa sendiri yang hasilnya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Haer kepada wartawan di lokasi pembangunan balai desa, Senin (6/7/2020).

Haer mengaku tidak merasa malu bekerja sebagai tukang bangunan. Dia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa siapa pun yang peduli pada kemajuan desa harus bersedia melakukan hal-hal positif sesuai kemampuannya masing-masing.  Dia mampu menjadi tukang bangunan, makan Haer pun melakoninya.

“Saya sering terjun langsung ke lokasi bangunan dan ikut berbaur dengan para tukang. Biasa saja,” tuturnya.

Pembanguna balai desa yang dikerjakan oleh Haer tergolong nekat. Sebab Pemdes Cijengkol hanya memiliki modal dasar sebesar Rp50 juta dari Pemkab Sukabumi melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2020. Padahal dana yang dibutuhkan sekitar Rp750 juta.

Bangunan balai desa yang dikerjakan berlantai dua dengan ukuran dasar 17 x 9 meterpersegi. Awalnya Haer akan menggunakan dana BKK untuk merehab kantor desa, namum kemudian menjadi pembangunan balai desa berlantai dua dengan bahan bangunan berkualitas.

“Mudah-mudahan ada donatur yang berbagi rezeki dengan kami untuk membangun balai desa ini,” ungkap Haer.

Maket bangunan Balai Desa Cijengkol.  

Oleh pemerintah, Desa Cijengkol ditetapkan sebagai desa digital atas kemampuannya dalam mengembangkan inovasi pelayanan berbasis teknologi informatika. Di desa ini terdapat komunitas warga bernama Cibers (Cijengkol Bersatu) yang melahirkan inovasi-inovasi pelayanan digital untuk mempermudah warga dalam memperoleh pelayanan.

Atas inovasinya itu, Desa Digitial Cijengkol menorehkan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Sosok Haer sendiri dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, peduli pada sesama, dan tawadu.

Sampai sekarang, Haer telah menjabat kades selama 4 periode yakni 2 periode di Desa Lembursawah Kecamatan Cincatayan dan 2 periode di Desa Cijengkol. (*)