Beres PSBB IV, Pengunjung Palabuhanratu Membludak

oleh -
Pengunjung Pantai Loji menikmati pantai yang permai setelah Kabupaten Sukabumi dinyatakan selesai PSBB.
Keluarga besar komunitas otomotif Corolla Twincam Indonesia (CTI) Chapter Sukabumi menggelar silaturahmi seusai Lebaran di Pantai Loji.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sepanjang akhir pekan setelah masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) IV di Kabupaten Sukabumi selesai,  pengunjung ke pantai wisata di Palabuhanratu membludak. Bahkan sejak Ahad (28/6/2020) siang jalan menuju Palabuhanratu dilanda kemacetan dari pertigaan Bagbaban.

PSBB IV Kabupaten Sukabumi yang dinyatakan selesai pada Jumat (26/6/2020) tidak diperpanjang ke PSBB selanjutnya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat membuat keputusan, Kabupaten Sukabumi dalam persiapan menuju AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Sehari setelahnya, sejak Sabtu pengunjung ke Pantai Palabuhanratu seperti air bah yang datang bergelombang. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, perjalanan ke Palabuhanratu sejak Bagbagan tersendat-sendat. Antren kendaraan tidak dapat melaju karena terhalang kemacetan mobil dan sepeda motor yang merindukan pantai. Selama dua hari berturut-turut para wisatawan seperti ingin menumpahkan kerinduan dan dendam setelah berbulan-bulan tidak dapat berkunjung ke Palabuhanratu.

“Seperti balas dendam setelah beberapa bulan objek wisata Palabuhanratu ditutup, pengunjung memadati pantai,” kata Ridwan, warga Jalan Cangehgar Palabuhanratu.

Sebagian pengunjung mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Palabuhanratu. Mereka membelokkan mobil ke kiri menuju Pantai Loji yang terletak di Kecamatan Simpenan. Tinggal menyeberang Sungai Cimandiri, mobil sudah sampai di wilayah Simpenan.

Namun perjalanan ke Pantai Loji pun tidak lancar. Asep Komarudin yang berkunjung ke pantai selatan bersama komunitas otomotif Corolla Twincam Indonesia (CTI)  Chapter Sukabumi terjebak kemacetan pada jalur menuju Pantai Loji.

“Sempat kaget ada kemacetan yang lumayan padat di jalan. Perjalanan sampai Pantai Loji memakan waktu hampir 1,5 jam. Kalau normal paling lama 15 menit,” kata Asep yang tinggal di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Karena sudah lapar, Asep bersama teman-teman komunitas makan di pinggir Pantai Loji, tidak di tempat khusus untuk makan. Di tempat ini juga cukup ramai oleh pengunjung, orang-orang berjalan hilir mudik di pinggir pantai.

“Usai PSBB, pembukaan tempat wisata tidak hanya disambut masyarakat yang ingin melepas kejenuhan akibat berdiam lama di rumah, para pedagang pun tampak semangat untuk bangkit dalam rangka memperbaiki ekonomi mereka,” tambahnya. (*)