Dinkes Gelar Rapid Test untuk Pengidap Thalasemia dan Pejabat Eselon III

oleh -
Salah seorang anak pengidap thalasemia sedang mengikuti tahapan rapid test Covid-19 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar rapid test  secara massal dalam dua gelombang untuk puluhan anak pengidap thalasemia dan para pejabat eselon III di lingkungan Pemkot Sukabumi. Rapid test digelar di Kantor Dinkes, Jalan Suryakencana Nomor 41, Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2020).

Sampai lepas tengah hari, rapid test masih berlangsung. Untuk kalangan anak pengidap thalasemia, dari target 40 orang, jumlah yang datang 37 orang. Sedangkan untuk para pejabat eselon III antara lain camat, sekretaris perangkat daerah, kepala bagian, dan para kepala bidang ditargetakan sebanyak 117 orang.  

“Pemeriksaan yang kami laksanakan merupakan screening untuk mengetahui penyebaran Covid-19 di Kota Sukabumi. Hari ini ada dua sesi rapid test untuk anak  penderita thalasemia dan pejabat eselon III,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati di tengah kegiatan rapid test.

Pada pada rapid test itu, Lulis yang juga menjabat Ketua Divisi Pelacakan Kontak Pengujian Massal dan Pengujian Laboratorium Dinkes Kota Sukabumi termasuk pejabat yang ikut rapid test.

“Pemeriksaan ini bukan diagnosa, namun untuk screening saja. Bila ada yang reaktif hasilnya, orang tersebut akan ditangani lebih lanjut untuk pemeriksaan swab,” ujar Lulis.

Sementara itu Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr.  Wahyu Handriana mengatakan,  hasil dari tes tersebut akan segera disampaikan kepada masing-masing peserta pemeriksaan. Gugus Tugas akan membantu menindaklanjuti warga yang tebukti reaktif pada rapid test tersebut.

“Hasil rapid test ini sangat penting bagi kami sebagai petugas surveilance. Hasil pemeriksaan juga akan dijadikan bahan pertimbangan pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan selanjutnya,” kata Wahyu. (*)