Ingatkan Bahaya Corona, SKP Keliling Kota Bersama Pocong

oleh -
Aksi bersama pocong yang digelar Sahabat Kristiawan Peduli dan BJI Presda Sukabumi Raya untuk mengingatkan bahaya Virus Corona yang belum berlalu.

Wartawan Fitra Yudi Saputra

Aksi yang digelar Founder SKP (Sahabat Kristiawan Peduli) Kristiawan bersama sejumlah pengurus Bang Japar Indonesia (BJI) mengundang perhatian publik. Guna mengingatkan masyarakat tentang bahaya Virus Corona yang masih mengancam, Kristiawan dan rekan-rekan menggelar aksi jalan kaki keliling kota sambil membawa pocong, Jumat (29/5/2020).

Dalam aksinya, Kristiawan menempuh perjalanan dengan rute melingkar. Rombongan bersama pocong berwarna putih berangkat dari Jalan Ahmad Yani kemudian berbelok ke Jalan Zaenal Zakse, belok kiri ke Jalan Laksmana R Endang Martadinata, lalu belok lagi ke Jalan Ciwangi, dan akhirnya belok kiri lagi ke Jalan Ahmad Yani. Kristiawan mengakhiri perjalanan pocongnya di Citimall.  

Para peserta aksi membawa spanduk yang berisi imbauan dan peringatan tentang bahaya Virus Corona yang belum berlalu. Bunyi spanduk yang diusung peserta aksi antara lain ‘Jangan buru-buru tatanan baru jika virusnya belum berlalu’, ‘Virus Corona bisa membunuh kita kapan saja di mana saja’, dan ‘Damai itu indah tapi tidak dengan Virus Corona’.

“Kegiatan ini semata-mata untuk mengingatkan masyarakat agar dapat mematuhi protokoler kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona,” kata Kristiawan ketika ditemui di depan Citimall seusai menempuh perjalanan keliling kota.

Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti warga dengan pocong yang dibawanya, ujar dia. Toh itu hanya benda mati berupa bungkusan dengan kain putih tanpa diberi lukisan yang menakutkan. Maksudnya supaya masyarakat selalu mengingat pentingnya memakai masker dan selalu menjaga jarak ketika berada di luar rumah.

“Sampai sekarang, Covid-19 masih tetap merupakan ancaman yang bisa mendatangkan maut bagi manusia. Tingkat kematian oleh Covid-19 masih cukup signifikan. Karena itu kami mengingatkan masyarakat dengan pocong,” ujar Kristiawan.

“Saya melakukan ini agar masyarakat tahu bahwa bahaya Covid-19 dengan penularannya yang sangat masif tanpa membedakan latar sosial dan umur,” tambahnya.

Kristiawan juga mengkritisi pemerintah daerah yang dianggapnya kurang tegas dalam melaksanakan aturan protokoler kesehatan. Sampai saat ini di beberapa sudut kota masih banyak orang bekumpul dan berdesak-desakan dengan dalih untuk belanja bahan kebutuhan pokok. Menjelang Lebaran lalu, sebagian besar orang yang memadati Kota Sukabumi bertujuan untuk membeli baju baru.

“Dengan adanya jalan bersama pocong, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka memiliki kesadaran penuh untuk mengikuti aturan protokoler kesehatan. Di sisi lain, pemda harus tegas dalam menegakkan aturan PSBB,” kata Kristiawan. (*)