Jumlah Pasien Positif yang Sembuh Melejit Hingga 38 Orang

oleh -
Data termutakhir perkembangan Covid-19 di Kota Sukabumi pada Kamis, 28 Mei 2020.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Perkembangan terbaru Covid-19 di wilayah Kota Sukabumi menunjukkan tanda-tanda positif yang menggembirakan. Data terkini yang dirilis pada Kamis (28/5/2020) menunjukkan, jumlah pasien positif  Covid-19 yang telah sembuh mencapai 38 orang atau bertambah 10 orang dibandingkan perkembangan satu hari sebelumnya.

“Hari ini pasien positif yang sembuh dan selesai perawatan dan isolasi bertambah 10 orang. Mereka berasal dari beberapa kelurahan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Perecepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr. Wahyu Handriana dalam wawancara lewat fasilitas aplikasi pesan lintas platform WhatsApp setelah merilis data terbaru perkembangan Covid-19.

Dipilah berdasarkan jenis kelamin, ujar Wahyu, pasien sembuh itu terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan. Dari 10 orang itu, 8 dewasa dan 2 masih kanak-kanak.

Para pasien itu berasal dari Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong sebanyak 3 orang, Kelurahan Karamat dan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh  masing-masing 1 dan 2 orang, Kelurahan Subangjaya dan Cikole Kecamatan Cikole masing-masing 1 orang, dan Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum sebanyak 2 orang.

“Pasien yang beralamat di Kelurahan Benteng, 2 di antaranya merupakan orang tua dan anak, sedangkan pasien sembuh yang satu lagi dari keluarga terpisah,” ujar Wahyu.

Namun di sisi lain ada penambahan untuk PDP (Pasien dalam Pengawasan) sebanyak 1 orang dari 40 menjadi 41 kasus PDP. Warga yang terkena PDP terbaru itu berasal dari Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang. Dia memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Secara keseluruhan, PDP yang selesai pengawasan mencapai 38 orang, jadi tinggal 3 pasien yang masih diawasi.

Sementara untuk ODP (Orang dalam Pemantauan) sejak tiga hari terakhir ini tidak ada perubahan. Jumlahnya tetap 273 kasus ODP. Dari jumlah itu, sebanyak 265 orang sudah selesai pemantauan dan sisanya sebanyak 8 orang masih dipantau. (*)