Pekerja di Bandara Yogyakarta Asal Jampangkulon Negatif Corona

oleh -
Warga Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi berstatus ODP menjalani pemeriksaan ulang oleh Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Jampangkulon, dr. Givan.

Wartawan Sadeva Jampang

Empat pekerja di Bandara Internasional Yogyakarta asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi dinyatakan negatif  Virus Corona. Mereka menjalani pemeriksaan lanjutan setelah tujuh hari dari rapid test pertama. Para pekerja ini dimasukkan ke dalam kategori Orang dalam Pemantauan (ODP) karena pernah satu kendaraan dengan dua pekerja lain yang positif  Corona berdasarkan rapid test.

“Dari pemeriksaan dan tes ulang tujuh hari setelah rapid test pertama diketahui mereka negatif. Sebelumnya mereka dinyatakan lolos dari proses penjaringan di daerah Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Jampangkulon, dr. Givan kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Para pekerja itu berdomisili di Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon. Mereka bersama 3 warga lainnya dari kecamatan berbeda bekerja pada proyek PT Angkasa Pura untuk pembangunan rumah dinas Bandara Internasional Yogyakarta. Ketujuh orang itu telah bekerja di proyek tersebut selama dua bulan.

“Semuanya 7 orang, 4 orang dari Jampangkulon, sementara yang 3 orang lainnya  1 orang dari Waluran dan 2 orang dari Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas,” ujar Givan.

Sejak dari Yogyakarta, lanjut dia, keempat warga Desa Tanjung itu sudah mengantungi hasil tes yang menunjukkan negatif Corona. Namun dari hasil tracking anamnesis atau komunikasi secara medis dengan petugas Puskesmas Jampangkulon, Givan menemukan fakta, mereka satu mobil travel dengan dua pekerja yang hasil rapid test-nya positif.

Pemeriksaan ulang dilaksanakan Rabu (27/5/2020) di Balai Desa Tanjung. Semula keempat orang itu berstatus sebagai OTG (orang tanpa gejala), saat ini sudah dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Jampangkulon.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Tanjung, Dasep Taupiqul H., S.IP. membenarkan, keempat warganya yang bekerja pada proyek di Yogyakarta itu telah menjalani tes kedua di balai desa. Hasilnya negatif walaupun mereka pernah satu mobil travel dengan dua pekerja yang positif  Corona berdasarkan rapid test.

“Mereka akan terus dipantau. Satu minggu sekali dipanggil untuk mengikuti rapid test. Warga kami itu dipantau langsung oleh Dokter Givan dari Gugus Tugas Covid-19 Jampangkulon,” kata Dasep. (*)