Gugus Tugas Gencarkan Gerakan Surade Bermasker

oleh -
Kepala Puskesmas Surade, dr. Solitaire E.F. Ram Mozes (kiri) memberikan petunjuk kepada para petugas dalam operasi simpatik dan sosialisasi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Wartawan Sadeva Jampang

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menggencarkan sosialisasi Gerakan Surade Bermasker. Ketua Tim Gugus Tugas Kecamatan Surade, Ukat Sukayat menjelaskan, dengan adanya sosialisasi gerakan tersebut tingkat kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan semakin naik.

“Naiknya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan salah satu cirinya adalah selalu bermasker ketika berada di luar rumah dan lebih banyak tinggal di rumah. Kami harapkan kesadaran ini dapat semakin mendarah daging dan menjadi kebiasaan bagi warga,” kata Ukat kepada wartawan saat memimpin operasi dan sosialisasi Gerakan Surade Bermasker di depan Kantor Kecamatan Surade, Kamis (21/5/2020).

Pada setiap kegiatan sosialisasi di lapangan, ujar dia, tim gugus tugas selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan manusia, rajin mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

“Kami juga mengimbau masyarakat tidak keluar rumah kecuali untuk urusan yang wajib, penting, dan mendesak. Selain itu warga tidak bepergian lintas zona. Ketika datang ke suatu tempat atau bepergian ke tempat lain, warga harus  melapor kepada ketua RT. Dia harus siap dan ikhlas dipantau kesehatanya selama 14 hari dan melakukan karantina mandiri,” ucapnya.

Di tempat yang sama Kepala Puskesmas Surade, dr. Solitaire E.F. Ram Mozes menjelaskan, dalam operasi simpatik, tim gugus tugas boleh menjatuhkan sanksi kepada warga yang melanggar protokol kesehatan.

Mereka yang tidak mengenakan masker harus putar balik, tidak boleh melanjutkan perjalanan. Tetapi bagi mereka yang sanggup membeli masker di tempat operasi dan mengenakannya, tim akan memperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Jadi para pedagang masker dapat kebagian berkah dan rezeki.

“Untuk sanksi, tim menyediakan berbagai pilihan seperti menyanyi, melafalkan  Pancasila, membaca doa, atau push up. Tapi kok banyak yang memilih push up, ya,” tutur Solitaire. 

“Setelah melaksanakan hukuman, warga diberi masker untuk dipakai,” tambahnya. 

Tim juga tidak henti-hentinya menyampaikan permintaan pengertian kepada masyarakat agar tidak marah kalau terjaring operasi. Para petugas, kata dia, tidak akan lelah untuk terus berupaya agar masyarakat Surade tetap sehat dan tidak tertular Virus Corona. Sehat itu, kata Solitaire dimulai dari diri sendiri. (*)