H-3 Idul Fitri, Pemkab Berlakukan PSBB Tahap II

oleh -
Suasana rapat Forkopimda yang dipimpin Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dengan keputusan pemberlakuan PSBB tahap II.

Wartawan Agus Setiawan

Lebaran tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2020, hari raya Idul Fitri di Kabupaten Sukabumi berada dalam cakupan waktu PPSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Rupanya PSBB diperpanjang hingga Jumat, 29 Mei 2020 setelah PSBB tahap I selesai pada Selasa lalu.

Perpanjangan PSBB itu dicapai pada rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/5/2020). Pada rapat yang dipimpin Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami itu dibahas evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB I yang dilanjutkan dengan pengambilan keputusan diberlakukannya PSBB tahap II.

“PSBB kita mulai berlanjut besok. Pelaksanaannya sampai dengan 29 Mei mengikuti nasional,” kata bupati seusai rapat evaluasi PSBB. 

Jika dihitung sejak masa pemberlakuannya, praktis PSBB tahap II tersebut berlangsung selama 9 hari. Pelaksanaan PSBB tahap II, ujar bupati, akan difokuskan pada pengamanan di wilayah kecamatan dan desa.

“Oleh karena itu peran camat dan kepala desa harus lebih optimal dalam mengamankan daerahnya masing masing. Salah satu bentuknya mengaktifkan kembali Siskamling dan sistem tamu wajib lapor 1x 24 jam. Desa dan kecamatan juga harus mengoperasikan check point.

Kunci keberhasilan penanganan Covid-19, lanjut Marwan, adalah kebersamaan semua elemen masyarakat dan pemerintah termasuk TNI dan Polri. Pemkab Sukabumi melibatkan kalangan PNS dalam operasi pengamanan PSBB untuk memperkuat kebersamaan dalam penanganan Covid-19.

Sementara itu Sekda Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri mengatakan, para camat harus terus mendorong para kepala desa, ketua RW, dan ketua RT untuk berperan aktif dalam mengamankan kebijakan PSBB. Mereka harus mampu mencegah terjadinya kerumunan massa di luar rumah.

“Kami juga akan meningkatkan keterlibatan relawan ASN dalam sosialisasi dan pengamanan PSBB di titik check point,” kata Iyos

Dalam PSBB itu, 12 kecamatan masih wilayah dari PSBB tahap I yang terdiri dari Kadudampit, Sukabumi, Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Gunungguruh, Cibadak, Cicurug, Cidahu, Palabuhanratu, Parungkuda, dan Cikembar. Kecamatan Cicantayan dan Kebonpedes dianggap sudah aman sehingga dikeluarkan dari wilayah PSBB.

Namun dua kecamatan ditambahkan yaitu Kecamatan Cireunghas dan Kecamatan Bantargadung. Di Cireunghas ditemukan kasus Covid-19 di Desa Tegalpanjang sedangkan di Bantargadung muncul kasus Covid-19 di Desa Bojonggaling. (*)