SMKN 1 Cibadak Ajarkan Praktik Bisnis Hortikultura

oleh -
Salah seorang guru ATPH SMKN 1 Cibadak, Rusli Saleh sedang memanen jeruk lemon khusus di kebun praktik.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Memanfaatkan lahan milik sekolah seluas 2 hektare, SMKN I Cibadak, Kabupaten Sukabumi mengajarkan praktik bisnis hortikultura. Praktik yang diterima para siswa mulai teknik pembudiyaan sampai penjualan hasil panen dari kebun yang dikelola para guru dan siswa.

Para siswa yang menerima pelajaran dan praktik bisnis hortikultura tersebut dibimbing dan digembleng oleh guru-guru inovatif dan produktif pada program studi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Memang SMKN 1 mengkhususkan diri pada program studi pertanian.

“Di kebun yang kami kelola terdapat sekitar 1.800 pohon buah-buahan dan sayuran. Ada jeruk lemon, buah naga, dan berbagai jenis tanaman buah lainnya. Kami ajarkan teknik penanaman konvensional dan hidroponik,” kata Rusli Saleh salah seorang guru program studi ATPH SMKN I Cibadak di kebun sekolah ketika sedang panen jeruk lemon khusus, Jumat (24/4/2020).

Praktik di kebun, ujar Rusli, diberikan kepada siswa kelas X, XI, dan XII. Keahlian ATPH itu meliputi dasar-dasar budidaya, pembiakan tanaman, tanaman buah, dan tanaman sayuran.

“Kami juga mengajari mereka tentang produk-produk kreatif dan kewirausahaan,” tuturnya.

Penanaman jeruk lemon khusus dan buah naga telah dilakukan sejak 1,5 tahun yang lalu. Para siswa diajak praktik di kebun untuk mengetahi seluk beluk teknik pembibitan segala jenis tanaman termasuk jeruk lemon.

Buah-buahan hasil panen di kebun sekolah dijual kepada warga yang tinggal di lingkungan dan luar sekolah. Rusli juga melayani permintaan para tetangganya di Perum Nirwana Graha, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Harga yang ditawarkan untuk jeruk lemon Rp20 ribu dan untuk buah naga Rp15 ribu perkilogram.

“Hasil panen dari kebun yang kami kelola diminati penggemar buah-buahan. Kami menjamin rasa jeruknya beda dan menyehatkan dengan harga terjangkau,” kata dia.

Kini di masa pendemi  hanya para guru dan beberapa siswa yang aktif di kebun dengan menerapkan  protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Rusli bergantian tugas dengan guru-guru ATPH yang lainnya seperti Hj. Ela Melawati, H. Samsul Ma’arif, Teguh Saputra,  Hj. Rani Nuraeni, Hj. Tita Puspitasari dan Agus Taman.

“Kami berada di kebun sesuai jadwal piket untuk memeliraha tanaman,” kata Rusli. (*)