Jumlah Petani di Kota Dipertahankan 4.300 Orang

oleh -
Para petani yang tinggal di Kota Sukabumi tetap mempertahankan profesinya di tengah gencarnya kegiatan pembangunan fisik dan kemajuan industri.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Jumlah petani yang berdomisili di wilayah Kota Sukabumi akan dipertahankan oleh pemda di bilangan 4.300 orang. Dengan petani sebanyak itu, Pemkot Sukabumi terus menjalankan program-program ketahanan pangan dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sejalan dengan hal tersebut, pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi memberikan perhatian khusus terhadap para petani antara lain dalam bentuk pembinaan yang disebut sekolah lapang. Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan menandaskan, jajarannya telah menyiapkan berbagai program untuk mempertahankan jumlah petani tersebut.

“Agar petani tidak beralih profesi kami menyediakan program sekolah lapang untuk mendukung kegiatan mereka. Minimal satu bulan sekali para petani dikumpulkan untuk diberi penyuluhan seputar informasi dan kemajuan terkini tentang pertanian,” kata Andri ketika dihubungi wartawan, Senin (6/4/2020).

Perangkat daerah yang dipimpinnya, ujar dia, akan terus mendorong peningkatan pendapatan para petani yang salah satunya mengubah pola pertanian anorganik menjadi organik. Uji coba pola tanam organik ini telah diterapkan di Kecamatan Warudoyong pada Kelompok Tani di Kelurahan Sukakarya.

Untuk lahan pertanian, sebarannya merata di empat kecamatan yakni Warudoyong, Cibeureum, Baros, dan Lembursitu. Sedangkan di tiga kecamatan lagi yaitu Cikole, Gunungpuyuh, dan Citamiang, lahan pertaniannya relatif sedikit.

“Kami juga mempunyai program pengembangan produk unggulan di tiap kecamatan seperti sorgum untuk Kecamatan Cibeureum. Nantinya Cibeureum menjadi kecamatan sorgum,” jelas Andri.

Sorgum merupakan bahan pangan karbohidrat yang berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Program pengembangan sorgum di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum melibatkan jajaran kantor kelurahan dan Kelompok Wanita Tani (KWT). 

“Lurah Babakan memberikan dukungan pada program peningkatan produksi sorgum. Bahkan sebagian Dana Kelurahan akan dibelanjakan untuk membeli alat produksi sorgum,” ujarnya.

Bentuk dukungan lainnya, Kantor Kelurahan Babakan menyewa lahan milik Pemkot Sukabumi seluas 2.400 meterpersegi untuk diberdayakan oleh KWT yang fokus pada kegiatan budi daya sorgum. 

Sementara untuk Kecamatan Warudoyong difokuskan pada pertanian organik dan Kecamatan Gunungpuyuh untuk budi daya pohon pala. (*)